ilustrasi investasi (vecteezy.com/Asih Wahyuni)
Pada 2025 lalu, kawasan Bogor-Depok-Bekasi-Karawang-Purwakarta (Bodebekarpur) meraih realisasi investasi untuk sektor informasi dan komunikasi mencapai Rp26 triliun. Di sektor yang sama, wilayah Bandung Raya berhasil menggaet Rp3,40 triliun pada 2025 lalu.
"Kenaikan investasi pada ekonomi digital dan semikonduktor mencerminkan pergeseran minat investor ke sektor yang dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang lebih kuat," katanya.
Kepala Bappeda Jabar Dedi Mulyadi menambahkan arah kebijakan investasi Jawa Barat periode 2025-2029 terus mendorong realisasi modal di kawasan terafirmasi 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pun terus mendorong terciptanya peningkatan iklim investasi dan kemudahan berusaha.
Selain investasi padat modal pihaknya juga mengungkap adanya potensi investasi yang cukup besar di sektor pangan berdasarkan kebutuhan penduduk Jabar dalam 5 tahun ke depan.
"Jabar itu krusial dan potensial untuk dijadikan pusat penanaman modal di Indonesia. Lima tahun yang akan datang pertumbuhan penduduknya luar biasa, ini salah satu potensi market bukan hanya sekedar industrinya saja yang dibangun tapi sekaligus juga pasar," katanya.
Menurutnya dengan proyeksi jumlah penduduk Jabar pada 2030 mencapai 52,69 juta jiwa berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan pangan. Dedi mengambil proyeksi kebutuhan beras yang mencapai 4,28 juta ton/tahun, telur 428 ribu ton/tahun hingga daging ayam 578 ribu ton/tahun.
"Kebutuhan ini dan sembako yang lain akan meningkat secara tajam," katanya.
Pemprov Jabar sendiri akan menjadikan pembangunan jaringan jalan dan irigasi sebagai program prioritas agar bisa menghadirkan investasi yang berkelanjutan.