BBM Naik, Ridwan Kamil Masih Kaji Inflasi Daerah

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan mengkaji kembali angka inflasi daerah usai keputusan kenaikan harga BBM subsidi dari pemerintah pusat. Angka inflasi Jabar sendiri saat ini diklaim mengalami penurunan.
"Jabar itu angkanya 4,7 kalau gak salah, ini sudah turun sebelumnya 4,9 sekarang inflasi turun tapi belum kita monitor setelah BBM," ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil alias Emil di Pasar Balubur, Kota Bandung, Senin (12/9/2022).
1. Pemprov Jabar belum hitung inflasi terbaru

Emil mengatakan, kondisi inflasi di Jabar saat ini masih dalam status aman. Namun, untuk angka terbaru dari kenaikan harga BBM subsidi ini menurutnya masih belum dihitung kembali.
"Karena pasti memengaruhi inflasi, cuma belum diukur itu angka sebelum BBM naik. Sesudah BBM naik belum diukur, masih kajian dulu," ungkapnya.
2. Operasi pasar masih belum bisa diterapkan

Menyinggung soal operasi pasar, Emil menjelaskan, hal ini bisa saja dilakukan oleh Pemprov Jabar. Hanya saja, kata dia, operasi pasar baru akan dilakukan ketika kondisi sudah sangat mendesak dan sudah meresahkan masyarakat.
"Ini kita operasi pasar monitor dulu, sekarang harga tidak naik secara fundamental. Kalau naiknya tinggi terjadi kerisauan, nah baru (perlu operasi pasar). Per hari ini belum perlu," katanya.
3. Data penerima BLT BBM subsidi di Jabar sudah terbaru

Di sisi lai, soal pengawasan BLT BBM subsidi dari pemerintah pusat, Emil memastikan bahwa hal ini bisa tepat sasaran. Sebab, data penerima bantuan di Jabar sudah dilakukan perbaikan beberapa kali dari masa COVID-19.
"Kami ada sistem, data sudah dibersihkan 23 kali dari zaman COVID-19. Data kami akurat, pengawasan ada, tim pelaporan aplikasi juga kita siapkan, Sapa Warga kita siapkan. Insya Allah mantap," katanya.