Ilustrasi bayi menyusui (pexels.com/Sarah Chai)
Dia juga mempertanyakan, alasan perawat sudah melepas gelang identitas bayinya saat masih di rumah sakit. Padahal sesuai aturan, gelang bayi wajib dipakai selama masih di ruangan, untuk menghindari tertukarnya bayi.
"Terus gelangnya kenapa dicopot? Saya mau tanya, kenapa dicopot gelangnya? Bilangnya takut kena virus di dalam. Di mana-mana juga di rumah sakit takut tertukar anak, sebelum keluar, gelang gak akan dilepas," ucapnya.
Saat dikonfirmasi ulang, Nina membenarkan adanya kejadian tersebut. Bayinya dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung karena mengalami kuning setelah dilahirkan, awal April ini.
"Persalinan Hari Rabu, tanggal 1 di Unpad Sumedang, Jumat saya ke rumah, karena anak saya kuning, Minggu dibawa ke Unpad dan dirujuk ke RSHS, Hari Minggu malam, jam 9 malam," kata Nina.
"Si dede kuning, harus di inkubator, di Unpad gak ada ruangan, ruam biasa, bukan cacar," tuturnya.
Adapun anaknya dirawat selama tiga hari, dan dia menyayangkan adanya kejadian ini. "Jangan sampai terulang lagi, harus diusut surter seperti itu, nanti takutnya hal itu terjadi lagi, apalagi ada unsur sengaja dan diperkjualkan beli bayi," ujarnya.
Pada waktu kejadian, perawatnya hanya sendiri. Dia mengaku janggal, pasalnya anaknya sudah bisa keluar ruangan dan bisa pulang, sedangkan surat izin keluar juga belum keluar.
"Anak saya sudah di luar, sedang surat izin keluar belum ada. Ruangan Nicu Lantai 2, Gedung Ibu dan Anak," ujarnya.
Belum ada tindaklanjut terkait kejadian ini, namun Nina sebut pihak RSHS sudah menghubunginya.
"Belum ada jawaban (tindaklanjut), atau saya disuruh menghadap gak ada," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, RSHS belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.