Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Ervan Masbanjar)
ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Intinya sih...

  • Produksi aspal terhambat, perbaikan jalan provinsi di Sukabumi terkendala

  • Hanya 35 kilometer jalan yang diperbaiki dengan anggaran Rp200 miliar

  • Banyak titik rawan pergerakan tanah di ruas jalan provinsi Sukabumi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi masih mengalami kerusakan pada awal 2026. Di beberapa titik, kondisi jalan berlubang hingga amblas masih terlihat dan dikeluhkan pengguna jalan.

Kondisi tersebut juga diamini oleh Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Harry Kuswian. Ia mengakui perbaikan jalan belum bisa berjalan optimal karena terkendala produksi aspal.

1. Produksi aspal belum stabil

Ilustrasi aspal berlubang (x.com/TOI Mumbai)

Menurut Harry, pada awal tahun ini perbaikan jalan sedikit terhambat lantaran pasokan aspal belum tersedia secara normal. Akibatnya, material harus didatangkan dari lokasi yang lebih jauh.

“Kita baru berhenti kalau memang produksi aspal tidak ada. Contoh di awal tahun ini mungkin agak sedikit (perbaikan) karena kita harus mengambil produksi jauh. Jadi terkendala,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, produksi aspal di Sukabumi biasanya kembali berjalan sekitar Maret. Meski begitu, penanganan jalan rusak tetap dilakukan, terutama untuk tambal sulam di titik-titik prioritas.

“Biasanya AMP aspal yang ada di Sukabumi ini produksinya sekitar bulan Maret. Tapi kami tetap berjalan untuk penambalan atau penanganan jalan rusak,” tuturnya.

2. Baru 35 kilometer jalan yang diperbaiki

ilustrasi aspal (unsplash.com/john_cafazza)

Sepanjang 2025, perbaikan dan pemeliharaan ruas jalan provinsi di Sukabumi telah dilakukan dengan total panjang sekitar 35 kilometer. Pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah titik rawan kerusakan.

Harry menyebutkan, anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan jalan di Sukabumi mencapai kurang lebih Rp200 miliar. “Yang dilaksanakan dengan paket itu ada 35 kilometer untuk totalnya tersebar di beberapa titik. Kalau anggaran perbaikan di Sukabumi itu kurang lebih habis di angka Rp200 miliar,” katanya.

3. Banyak titik rawan pergerakan tanah

ilustrasi jalan berlubang (commons.m.wikimedia.org/Роман Рябенко)

Selain kendala produksi aspal, faktor alam juga menjadi tantangan. Beberapa ruas jalan provinsi di Sukabumi berada di wilayah dengan kondisi tanah labil dan rawan pergerakan.

“Banyak gangguan di kita itu banyak lokasi yang rawan tanah bergerak. Yang jelas di semua ruas kita tetap berupaya melakukan perbaikan dan perawatan,” ujarnya.

Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi di Sukabumi baru mencapai 84,86 persen dari total panjang 347 kilometer. Angka tersebut dinilai masih tertinggal dibanding wilayah pelayanan UPTD lainnya di Jawa Barat.

“Untuk masalah kemantapan di jalan provinsi ini kurang lebih di 84,86 persen, jadi masih jauh tertinggal dari jalan provinsi lain di wilayah UPTD lain,” tuturnya.

Editorial Team