Bandung World Cinema Siap Digelar, Bawa Ratusan Film dari 69 Negara. IDN Times/Debbie Sutrisno
Selain menghadirkan ratusan film dari berbagai negara, BWC juga menyiapkan sejumlah program pendukung. Salah satunya program edukasi In Conversation With yang berlangsung pada 15-19 November 2026 di CGV Paris Van Java.
Program tersebut akan mempertemukan pelaku perfilman dengan sineas muda dan komunitas film di Bandung. Pembahasannya mencakup proses kreatif, keterampilan pembuatan film hingga dinamika industri perfilman saat ini.
Sejumlah film yang masuk dalam rangkaian BWC merupakan karya yang telah mendapatkan penghargaan di festival film internasional. Di antaranya Fjord karya Cristian Mungiu yang disebut sebagai pemenang Palme d'Or Cannes 2026, Minotaur karya Andrey Zvyagintsev sebagai pemenang Grand Prize Cannes 2026, serta All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi yang meraih penghargaan Best Actress Cannes 2026.
Ada pula The Debut karya Jesse Eisenberg dan Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor yang meraih Special Jury Prize Venice 2026. Sementara Woman Unknown karya May el-Toukhy disebut sebagai peraih Golden Lion Venice 2026. Rangkaian festival kemudian ditutup dengan pemutaran Inherit, film horor terbaru karya sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun.
Executive Director BWC Frederica mengatakan kehadiran festival di Bandung merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap film dunia.
"Bandung World Cinema adalah perpanjangan napas dari JWC, sekaligus wujud nyata dari komitmen kami bersama KlikFilm untuk mendemokratisasi akses terhadap world cinema," ujarnya.
Puncak rangkaian festival akan berlangsung pada 21 November 2026 melalui program Open Air Cinema di Taman Balai Kota Bandung. Konsepnya menyerupai layar tancap modern dengan pemutaran kompilasi film pendek karya mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung.
Pada malam yang sama, BWC juga akan memutar Lewat Djam Malam, film klasik karya Usmar Ismail yang telah direstorasi. Film tersebut memiliki keterkaitan sejarah dan kultural dengan Kota Bandung.
Sementara itu, Steering Committee BWC Pidi Baiq mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul bagi berbagai elemen ekosistem perfilman.
"Festival ini bukan cuma soal nonton film bagus, tapi ini adalah ruang 'nongkrong' bareng, dari mahasiswa, pembuat film, sampai masyarakat umum. Kita kumpul, kita apresiasi karya lokal, dan kita rayakan sinema bareng-bareng di Balai Kota," lanjutnya.
Di berharap BWC dapat menjadi ruang bagi ekosistem perfilman lokal untuk bertemu dengan karya-karya dari berbagai negara. Menurutnya, kehadiran festival berskala internasional tersebut juga dapat memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat kreativitas dan budaya di Indonesia.
Bagia kalian yang ingin menyaksikan film-film dalam kegiatan ini, jadwal pemutaran lengkap serta informasi penjualan tiket Bandung World Cinema akan diumumkan penyelenggara dalam waktu dekat.