Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bandung World Cinema Siap Digelar, Bawa Ratusan Film dari 69 Negara
Bandung World Cinema Siap Digelar, Bawa Ratusan Film dari 69 Negara. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Bandung World Cinema perdana digelar hybrid pada 31 Oktober-21 November 2026, menghadirkan 207 film dari 69 negara melalui KlikFilm dan CGV Paris Van Java.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui dukungan pemerintah terhadap perfilman masih terbatas dan meminta penyusunan roadmap 2027 untuk memperkuat ekosistem serta industrialisasi sektor kreatif.
  • Festival menghadirkan program edukasi, film-film peraih penghargaan internasional, serta Open Air Cinema pada 21 November di Taman Balai Kota Bandung yang menampilkan karya mahasiswa dan Lewat Djam Malam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Festival sinema dunia bakal hadir di Kota Bandung melalui gelaran perdana Bandung World Cinema (BWC). Festival yang merupakan ekstensi dari Jakarta World Cinema (JWC) ini akan membawa 207 film dari 69 negara ke Tanah Pasundan pada akhir Oktober hingga November 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut kehadiran BWC sekaligus mendorong agar festival tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem perfilman di Kota Bandung. Menurutnya, film merupakan salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi industri.

"Saya harus akui bahwa sepanjang tahun 2025 sampai kurang lebih bulan lalu di tahun 2026 perhatian kita sebagai pemerintah terhadap dunia perfilman di Kota Bandung itu tidak tinggi kalau tidak mau disebut rendah," kata Farhan," kata dia di Pendopo Balai Kota Bandung, Senin (5/10/2026).

Farhan mengatakan, selama ini dukungan Pemkot Bandung terhadap dunia perfilman masih terbatas. Pemerintah, kata dia, lebih banyak hadir dalam kegiatan pemutaran film secara seremonial. Padahal kegiatan seperti ini seharusnya bisa menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi sekaligus meningkatkan kemampuan ekosistem perfilman di Kota Bandung.

"Kita hanya terbatas kepada mendukung screening, itu pun yang penting kita hadir secara seremonial. Padahal screening itu tujuannya untuk menambah kemampuan untuk promosi," ujarnya.

1. Bisa jadi pemicu sektor kreatif

Bandung World Cinema Siap Digelar, Bawa Ratusan Film dari 69 Negara. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ia menilai festival film yang selama ini digelar di Kota Bandung hingga pertengahan 2026 belum menunjukkan lompatan yang signifikan. Karena itu, kehadiran BWC diharapkan dapat menjadi salah satu pemicu bagi pemerintah untuk meningkatkan perhatian terhadap subsektor perfilman.

"Ide BWC ini pun sudah disampaikan sama Ayah sejak setahun yang lalu. Alhamdulillah sekarang bisa terjadi dan kita harus menunjukkan entusiasme yang kuat tadi untuk menunjukkan bahwa film adalah salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang punya potensi yang sangat besar untuk kita kembangkan," kata Farhan.

BWC sendiri akan digelar secara hybrid melalui pemutaran daring dan luring. Pemutaran daring dapat diakses melalui KlikFilm mulai 31 Oktober hingga 21 November 2026. Sementara pemutaran luring berlangsung selama delapan hari di CGV Paris Van Java, Kota Bandung, pada 14-21 November 2026. Festival ini merupakan hasil kolaborasi The Panasdalam Pictures, CGV, dan Pemerintah Kota Bandung, dengan dukungan KlikFilm.

Sebanyak 207 film dari 69 negara akan ditampilkan. Dari jumlah tersebut, 120 film merupakan karya yang sebelumnya meraih penghargaan di sejumlah festival film internasional bergengsi.

2. Ekosistem perfilman di Bandung harus diperkuat

Ilustrasi Bioskop

Farhan menilai bahwa Pemkot Bandung perlu mulai menyusun roadmap pengembangan sektor perfilman untuk 2027. Penyusunan tersebut, menurutnya, harus dilakukan dengan melihat pelaksanaan festival, minat masyarakat, hingga proses kurasi film.

"Jadi kita mesti menyusun sebuah roadmap untuk tahun 2027 dimulai dari sekarang. Tolong perhatikan kepada Pak Adi dan seluruh jajaran dari Dinas Budpar agar memperhatikan bagaimana festival ini berlangsung, menarik perhatian orang, menyaksikan bagaimana kurasi dilakukan," ujarnya.

Farhan juga meminta pengembangan perfilman tidak hanya diarahkan pada film Indonesia. Menurutnya, masyarakat perlu lebih dahulu memahami bagaimana ekosistem perfilman dunia bekerja.

"Jangan berfokus dulu kegayaan film Indonesia, film apa aja dulu biar kita mengerti sebetulnya dunia perfilman itu seperti apa. Tidak sesederhana seperti kita tinggal datang beli tiket dan nonton atau download," katanya.

Ia menilai Bandung selama ini dikenal sebagai kota kreatif. Namun, kreativitas tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi dan industri.

"Bagaimanapun juga Kota Bandung memang selalu dikenal sebagai kota yang kreatif, namun kreativitas itu tetap harus diterjemahkan setiap sektor yang bernama sektor ekonomi harus berujung kepada sebuah industrialisasi," kata Farhan.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana ekonomi kreatif yang selama ini digaungkan dapat benar-benar berkembang menjadi industri kreatif. Pemerintah tidak harus terlibat langsung dalam produksi film. Peran pemerintah, kata dia, adalah memastikan ekosistem perfilman tetap hidup sehingga dapat memberikan ruang bagi para pelaku industri untuk berkembang.

"Kalau kita gagal menjaga ekosistem perfilman itu hidup, artinya kita telah mematikan salah satu di antara 16 sektor ekonomi kreatif di Kota Bandung," lanjutnya.

Farhan berharap komitmen tersebut dapat diwujudkan dalam 12 bulan ke depan. Ia juga terbuka terhadap kritik terhadap langkah pemerintah dalam membangun ekosistem perfilman.

3. Banyak karya peraih penghargaan bisa dinikmati pecinta film di Bandung

Bandung World Cinema Siap Digelar, Bawa Ratusan Film dari 69 Negara. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain menghadirkan ratusan film dari berbagai negara, BWC juga menyiapkan sejumlah program pendukung. Salah satunya program edukasi In Conversation With yang berlangsung pada 15-19 November 2026 di CGV Paris Van Java.

Program tersebut akan mempertemukan pelaku perfilman dengan sineas muda dan komunitas film di Bandung. Pembahasannya mencakup proses kreatif, keterampilan pembuatan film hingga dinamika industri perfilman saat ini.

Sejumlah film yang masuk dalam rangkaian BWC merupakan karya yang telah mendapatkan penghargaan di festival film internasional. Di antaranya Fjord karya Cristian Mungiu yang disebut sebagai pemenang Palme d'Or Cannes 2026, Minotaur karya Andrey Zvyagintsev sebagai pemenang Grand Prize Cannes 2026, serta All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi yang meraih penghargaan Best Actress Cannes 2026.

Ada pula The Debut karya Jesse Eisenberg dan Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor yang meraih Special Jury Prize Venice 2026. Sementara Woman Unknown karya May el-Toukhy disebut sebagai peraih Golden Lion Venice 2026. Rangkaian festival kemudian ditutup dengan pemutaran Inherit, film horor terbaru karya sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun.

Executive Director BWC Frederica mengatakan kehadiran festival di Bandung merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap film dunia.

"Bandung World Cinema adalah perpanjangan napas dari JWC, sekaligus wujud nyata dari komitmen kami bersama KlikFilm untuk mendemokratisasi akses terhadap world cinema," ujarnya.

Puncak rangkaian festival akan berlangsung pada 21 November 2026 melalui program Open Air Cinema di Taman Balai Kota Bandung. Konsepnya menyerupai layar tancap modern dengan pemutaran kompilasi film pendek karya mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung.

Pada malam yang sama, BWC juga akan memutar Lewat Djam Malam, film klasik karya Usmar Ismail yang telah direstorasi. Film tersebut memiliki keterkaitan sejarah dan kultural dengan Kota Bandung.

Sementara itu, Steering Committee BWC Pidi Baiq mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul bagi berbagai elemen ekosistem perfilman.

"Festival ini bukan cuma soal nonton film bagus, tapi ini adalah ruang 'nongkrong' bareng, dari mahasiswa, pembuat film, sampai masyarakat umum. Kita kumpul, kita apresiasi karya lokal, dan kita rayakan sinema bareng-bareng di Balai Kota," lanjutnya.

Di berharap BWC dapat menjadi ruang bagi ekosistem perfilman lokal untuk bertemu dengan karya-karya dari berbagai negara. Menurutnya, kehadiran festival berskala internasional tersebut juga dapat memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat kreativitas dan budaya di Indonesia.

Bagia kalian yang ingin menyaksikan film-film dalam kegiatan ini, jadwal pemutaran lengkap serta informasi penjualan tiket Bandung World Cinema akan diumumkan penyelenggara dalam waktu dekat.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article