ilustrasi jalan tol (pexels.com/ollo)
Lebih lanjut, Dhani menyampaikan, moda transportasi yang dipilih masyarakat masih didominasi kendaraan pribadi, yang mana angka prediksinya untuk mobil diperkirakan digunakan oleh sekitar 16,75 juta orang, sepeda motor digunakan sekitar 3,91 juta orang, sementara kereta api dipilih sekitar 3,43 juta orang.
Adapun untuk bus umum diperkirakan digunakan oleh sekitar 780 ribu orang, mobil sewa sekitar 480 ribu orang dan travel sekitar 250 ribu orang.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Agung Wahyudi, mengatakan perbaikan jalan dilakukan melalui pemeriksaan rutin oleh tim lapangan yang memantau kondisi kerusakan di berbagai ruas jalan provinsi.
"Kami secara rutin melakukan pemeriksaan kondisi jalan melalui tim lapangan. Ruas jalan provinsi yang masih berlubang atau mengalami kerusakan saat ini sedang dalam proses perbaikan atau penambalan. Kami menargetkan paling lambat H-7 Lebaran seluruh jalur tersebut sudah siap digunakan pemudik," ujar Agung, Senin (9/3/2026).
Terdapat beberapa titik kerusakan jalan yang menjadi perhatian dan tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat, antara lain berada di wilayah Bekasi, Bogor, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Kuningan, Garut, Indramayu, Kabupaten Bandung, Majalengka, dan Sumedang.
Menurutnya, konsentrasi kerusakan jalan paling banyak ditemukan di sejumlah ruas strategis, terutama yang menjadi akses penghubung antarwilayah.
"Konsentrasi kerusakan cukup banyak terdapat di antaranya pada ruas Jalan Raya Sukanagara, ruas Sukanagara-Sindangbarang, ruas Cibeber-Sukanagara, serta beberapa ruas jalan di kawasan Bogor dan Kuningan," katanya.
Agung menambahkan, percepatan perbaikan dilakukan agar kondisi jalan Provinsi di Jawa Barat tetap layak dilalui dan tidak menghambat arus kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.