Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-11-21 at 18.16.28_5888c8c7.jpg
IDN Times/Humas Bandung

Intinya sih...

  • PKS mendorong transformasi internal partai sebagai contoh bagi masyarakat

  • Pemerintah diminta untuk menangani sampah secara bersama dan memberlakukan sanksi tegas

  • Perlunya transformasi teknologi pengelolaan sampah dan penegakan hukum terhadap pelanggaran sampah

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung – Kondisi darurat sampah di Kota Bandung masih menghantui hingga saat ini. Ketergantuangan Pemerintah Kota Bandung terhadap TPA Sarimukti akan membuat persoalan sampah tidak akan tuntas dalam jangka pendek. Menanggapi situasi darurat ini, PKS Kota Bandung mengeluarkan rekomendasi strategis untuk menyasar internal partai, kebijakan pemerintah, hingga transformasi teknologi pengelolaan sampah.

Ketua DPD PKS Kota Bandung, Agus Andi Setiawan, menegaskan bahwa krisis saat ini bukan sekadar masalah sampah biasa, melainkan kegagalan sistemik yang sudah berlangsung lama.

“Kita terlalu lama bersembunyi di balik dinding interior gedung-gedung indah, sementara di luar jendela, ruang publik perlahan berubah menjadi hamparan residu. PKS Kota Bandung hadir untuk menegaskan bahwa solusi tunggal saat ini adalah menghentikan aliran sampah organik di sumbernya. Tidak ada lagi waktu untuk sekadar imbauan; kita butuh mandat pengolahan mandiri,” ujar Agus Andi.

1. Transformasi internal PKS jadi contoh bagi masyarakat

Dok IDN Times

Dalam pernyataannya, Agus Andi menjelaskan, PKS mendorong transformasi internal partai sebagai langkah awal. Setiap kantor PKS di seluruh level di Kota Bandung diwajibkan menerapkan prinsip Eco Office, sementara kader diminta menanamkan budaya hidup zero waste. Langkah ini juga disertai kampanye massif untuk mengajak masyarakat ikut aktif mengelola sampah di lingkungan masing-masing, sehingga gerakan kebersihan tidak hanya menjadi program internal, tapi juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita terlalu lama bersembunyi di balik dinding interior gedung-gedung indah, sementara di luar jendela, ruang publik perlahan berubah menjadi hamparan residu. PKS Kota Bandung hadir untuk menegaskan bahwa solusi tunggal saat ini adalah menghentikan aliran sampah organik di sumbernya. Tidak ada lagi waktu untuk sekadar imbauan; kita butuh mandat pengolahan mandiri,” ujar Agus Andi.

2. Tangani sampah secara bersama

Dok IDN Times

Lebih jauh, PKS meminta pemerintah serius menindaklanjuti program KBS dan Kang Pisman, memastikan penanganan sampah tuntas hingga ke tingkat Kelurahan dan Kecamatan. Pemerintah juga didorong untuk memicu pelaku bisnis membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, melakukan uji keamanan terhadap incinerator mini, dan memberlakukan pembatasan ketat terhadap penggunaan plastik sekali pakai. Agus Andi menekankan, langkah-langkah ini harus didukung kepastian hukum dan regulasi yang jelas, agar setiap program tidak berhenti di atas kertas.

“Kita butuh kepastian dari pemerintah, bukan sekadar program yang berjalan di atas kertas. Sampah harus dikelola dari sumbernya, dan bisnis juga harus diajak menjadi bagian solusi,” tegas Agus Andi.

3. Sanksi tegas dan transformasi teknologi pengelolaan sampah

IDN Times/Humas Bandung

Selain itu, PKS menyoroti perlunya penegakan hukum dan transformasi teknologi pengelolaan sampah. Pembuang sampah liar dan gedung komersial yang tidak memilah atau mengolah sampah harus mendapatkan sanksi tegas. Investasi teknologi pengelolaan sampah juga perlu dialihkan dari sistem lama Kumpul-Angkut-Buang menuju sistem baru Pilah-Olah-Cuan, sehingga sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi. Agus Andi menegaskan urgensi langkah ini dengan tegas:

“Kita harus kembali ke Titik Nol, lokasi di mana sampah pertama kali dihasilkan. Dari titik itu, transformasi pengelolaan sampah bisa dilakukan secara drastis. Jika tidak, Bandung akan kehilangan identitasnya sebagai kota jasa dan pariwisata. Kita tidak bisa menunggu sampai keadaan benar-benar kritis.”

Dengan pernyataan dan rekomendasi ini, PKS Kota Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas kreatif, dan pengambil kebijakan untuk bergerak bersama. Tujuannya jelas: memulai perubahan dari sumber sampah, menciptakan kota Bandung yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, serta menyelamatkan identitas kota sebelum krisis sampah benar-benar menguasai ruang publik.

Editorial Team