Bandung, IDN Times – Pandemi COVID-19 memukul hampir semua industri yang eksis, salah satunya industri kuliner yang tentu mengalami kerugian akibat turunnya permintaan pasar. Namun, nyatanya hal itu tak terjadi pada Bakso Semar Asli di Kota Bandung.
Alih-alih mengalami kerugian, pemilik Bakso Semar Asli Idawati Muslimin (36 tahun), malah dapat cuan. Caranya, kata dia, mengambil strategi jitu dalam memanfaatkan secara maksimal kehadiran teknologi ojek online untuk menjangkau pelanggan di Kota Kembang.
Meski demikian, Ida mengatakan bahwa bisnisnya pernah terpuruk dengan tidak mendapatkan pemasukan sama sekali selama tiga bulan. Alasannya, tak lain karena Bakso Semar Asli mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak menjual makanan secara offline.
“Dampak yang paling terasa ketika adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ketika itu tidak ada pengunjung yang diperbolehkan makan di tempat. Bahkan selama tiga bulan, kami 100 persen tidak ada penghasilan dari penjualan secara offline. Kami mengutamakan layanan take away atau order memakai aplikasi,” kata Ida, kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).