Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260130_101713.jpg
Konferensi pers Badan Geologi terkait longsor di Desa Parislangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Intinya sih...

  • Titik longsor rentan gerakan tanah di Desa Pasirlangu

  • Hindari aktivitas di limpasan air dan relokasi pemukiman yang terdampak

  • Kewaspadaan bencana harus terus disosialisasikan kepada masyarakat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pelaksana harian (Plh) PVMBG Badan Geologi Edi Slameto meminta masyarakat dan pemerintah daerah mewaspadai kawasan lereng yang ada di Desa Pasirlangu dan sekitarnya. Dengan kondisi hujan yang masih turun potensi longsor masih bisa terjadi.

Dia menuturkan, kondisi tanah di bahwa Gunung Burangrang ketika ada curah hujan tinggi secara terus menerus bisa menyebabkan longsor karena morfologi yang curam. Geologi berupa batuan gunung api tua yang telah mengalami pelapukan juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

"Gerakan tanah dapat berkembang ketika material longsoran bercampur dengan air membentuk aliran bahan rombakan atau debris yang bergerak mengikuti lembah kemudian tersebar pad area landaan pada bawah lereng," kata Edi dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).

1. Titik longsor memang rentan gerakan tanah

Pencar

Dia menyebut bahwa titik longsor ini berdasarkan pera zona keretanan gerakan tanah (ZKGT) termasuk dalam zona kerentanan. Artinya, daerah ini mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah.

"Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan," paparnya.

2. Hindari aktivitas di limpasan air

Konferensi pers Badan Geologi terkait longsor di Desa Parislangu, Cisarua, Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Mengingat curah hujan masih tinggi Badan Geologi memberikan beberapa saran di antaranya relokasi pemukiman yang terdampak ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gerakan tanah dan aliran debris susulan, terutama dari material longsor yang masih tersisa di lereng bagian atas.

Warga juga diimbau untuk menghindari aktivitas dan pemukiman di zona sempadan atau bantaran sungai, sesuai dengan aturan yang berlaku. Pasalnya, aliran sungai berpotensi membawa material longsoran yang dapat memicu banjir bandang atau erosi lanjutan.

"Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah merekomendasikan normalisasi sungai serta pembangunan penahan limpasan air. Upaya ini dinilai penting guna mengendalikan erosi air dan tanah, sekaligus mengatur aliran sungai agar tidak meluap," ujar Edi

Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di lereng atas atau berasal dari jalur longsoran. Jalan yang terputus di sekitar gawir atau mahkota longsoran juga disarankan tidak diperbaiki, melainkan dibuatkan rute baru yang menjauh dari area rawan tersebut.

3. Kewaspadaan bencana harus terus disosialisasikan

Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangun, Cisarua, Bandung Barat. Dok SAR Bandung

Di sisi lain, pemantauan kondisi sungai menjadi perhatian serius. Warga diminta terus mengawasi perubahan debit air, baik peningkatan maupun penurunan. Jika aliran sungai meningkat, berubah warna menjadi keruh, atau justru menghilang, masyarakat diminta segera menjauh dan melaporkannya kepada pemerintah daerah setempat.

Tak hanya itu, pemantauan juga perlu dilakukan pada lembah-lembah lain yang memiliki karakteristik morfologi dan geologi serupa, khususnya di kawasan kaki Gunung Burangrang. Pemetaan jalur aliran debris dan sungai yang berhulu di puncak gunung pun dinilai penting sebagai dasar pengurangan risiko dan penataan ruang wilayah.

"Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah mendorong peningkatan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih mengenal dan memahami potensi gerakan tanah. Warga pun diminta untuk selalu mengikuti arahan dari BPBD dan aparat pemerintah setempat, demi keselamatan bersama," pungkasnya.

Editorial Team