Atap kelas SDN Batununggal Sukabumi ambruk (dok IDN Times)
Kepala SDN Batununggul, Maryati mengungkapkan, bahwa ruang kelas yang ambruk sebenarnya sudah lama mengalami kerusakan. Ia menyebut, tidak hanya satu, ada beberapa ruang kelas di sekolah tersebut yang kondisinya telah tidak layak digunakan sejak beberapa tahun terakhir.
“Di sekolah kami ada tiga ruang kelas yang kondisinya rusak. Kami sudah beberapa kali mengajukan perbaikan ke dinas terkait,” ujar Maryati.
Maryati menjelaskan, pada 2019 sempat ada tim yang datang ke sekolah untuk melakukan peninjauan kondisi bangunan. Tim tersebut bahkan melibatkan konsultan untuk melakukan survei. Namun, setelah proses tersebut, belum ada tindak lanjut perbaikan dalam waktu dekat.
“Waktu itu ada tim survei datang, termasuk konsultan. Tapi setelah itu belum ada tindak lanjut perbaikan dalam waktu dekat,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan rehabilitasi baru terealisasi pada 2024. Meski begitu, perbaikan yang dilakukan saat itu hanya menyasar dua ruang kelas.
“Yang diperbaiki hanya dua ruang belajar, sedangkan ruang kelas yang sekarang roboh tidak termasuk dalam program rehabilitasi tersebut,” jelasnya.
Saat ini, SDN Batununggul memiliki sekitar 170 siswa dengan 11 tenaga pengajar. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di ruang perpustakaan meskipun fasilitas sekolah masih dalam kondisi terbatas.