Bandung, IDN Times - Minat masyarakat untuk menggunakan pesawat rute Bandung–Yogyakarta dinilai belum cukup kuat untuk menopang keberlanjutan penerbangan. Faktor harga tiket hingga kemudahan akses darat menjadi alasan utama masyarakat lebih memilih moda transportasi lain.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Barat, Daniel Guna Nugraha menyebut keputusan maskapai membuka rute seharusnya didasarkan pada riset pasar yang matang. Tanpa itu, rute dengan jarak relatif dekat seperti Bandung–Yogyakarta akan sulit bersaing dengan alternatif perjalanan darat yang semakin efisien.
“Dengan harga tiket pesawat di atas Rp800 ribu, sementara perjalanan darat ke Yogyakarta bisa ditempuh 6–7 jam, masyarakat cenderung memilih opsi yang lebih ekonomis,” kata Daniel.
