Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-12-05 at 1.21.19 PM (1).jpeg
Banda Husesin Sastranegara buka penerbangan ke Solo., Dok. Pemkot Bandung

Intinya sih...

  • Bandara Huseinsastranegara meningkatkan jumlah penerbangan dari Yogyakarta untuk mendukung pariwisata di Bandung dan Jawa Barat.

  • Keterbatasan konektivitas udara ke Bandung menjadi penghambat utama arus wisatawan, sehingga dibutuhkan evaluasi kebijakan untuk membuka kembali konektivitas penerbangan.

  • Maskapai Wings Air membuka kembali rute penerbangan Yogyakarta-Bandung sebagai langkah menghidupkan kembali konektivitas udara yang berdampak luas bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Bandara Huseinsastranegara terus meningkatkan jumlah penerbangan yang masuk dari Yogyakarta. Penerbangan itu bukan hanya untuk masyarakat yang melakukan perjalanan langsung, tapi juga yang harus transit sebelum sampai di Bandung.

Penambahan jumlah penerbangan menjadi optimisme untuk para pelaku usaha pariwisata di Kota Bandung termasuk Jawa Barat. Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Daniel Guna Nugraha mengatakan, keterbatasan konektivitas penerbangan udara ke Kota Bandung selama ini menjadi salah satu penghambat utama arus wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Padahal, sebagai kota besar ketiga di Indonesia, Bandung memiliki potensi dan permintaan perjalanan udara yang sangat tinggi.

Londisi ini sudah tidak relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan saat ini. Ia menegaskan, penutupan dan terbatasnya penerbangan ke Bandung justru berbanding terbalik dengan tingginya minat kunjungan ke kota wisata tersebut.

"Sudah seharusnya sebagai kota besar ketiga di Indonesia, Bandung layak diterbangi banyak maskapai ke beberapa kota besar lainnya, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Kendala lalu lintas wisatawan dari luar Jawa ke Kota Bandung adalah konektivitas penerbangan udara yang bisa dibilang tertutup atau dipaksakan tutup. Padahal, permintaannya sangat tinggi. Jangankan penerbangan mancanegara, penerbangan domestik pun sangat sulit," kata Daniel kepada IDN Times Minggu (1/2/2026).

1. Masyarakat makin banyak yang membutuhkan

Banda Husesin Sastranegara buka penerbangan ke Solo., Dok. Pemkot Bandung

Ia juga menilai, alasan penutupan bandara semakin sulit dipertahankan seiring meningkatnya kebutuhan penumpang dan mobilitas warga.

"Alasan penutupan bandara semakin sulit untuk dihindari saat ini karena kebutuhan penumpang dan mobilitas warga yang terus meningkat."

Meski Bandung telah terhubung dengan berbagai moda transportasi darat, seperti Jalan Tol Trans Jawa, kereta api, hingga Kereta Cepat Whoosh, keberadaan transportasi udara dinilai tetap krusial, khususnya untuk mendukung sektor pariwisata.

"Walaupun sudah terhubung dengan Jalan Tol Trans Jawa, kereta api, maupun Whoosh, perhubungan udara tetap dibutuhkan karena magnet Bandung sebagai kawasan wisata sangat diminati oleh calon wisatawan domestik dan mancanegara."

Ia berharap ada evaluasi kebijakan agar konektivitas penerbangan ke Bandung dapat kembali dibuka dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi daerah.

2. Ekonomi Bandung Raya terus didorong lewat penerbangan

Banda Husesin Sastranegara buka penerbangan ke Solo., Dok. Pemkot Bandung

Maskapai Wings Air membuka kembali rute penerbangan Yogyakarta (YIA Kulonprogo) – Bandung (BDO) sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali konektivitas udara yang berdampak luas bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dikenal sebagai pusat pendidikan, kreativitas, pariwisata, dan ekonomi Jawa Barat, dalam beberapa waktu terakhir mengalami keterbatasan akses udara. Kondisi tersebut dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, wisatawan, mahasiswa, hingga keluarga yang ingin kembali berkunjung ke Kota Kembang.

“Pembukaan rute Yogyakarta–Bandung ini menjadi langkah Wings Air untuk menghadirkan kembali Bandung dalam peta konektivitas udara nasional melalui konsep penerbangan saling terhubung,” ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, Senin, 26 Januari 2026.

Penerbangan rute Yogyakarta–Bandung akan mulai beroperasi pada 11 Februari 2026 dengan frekuensi tujuh kali seminggu. Rute Bandung–Yogyakarta dilayani penerbangan IW 1812 dengan jadwal keberangkatan pukul 11.05 WIB dan tiba pukul 12.35 WIB. Sementara rute Yogyakarta–Bandung dilayani penerbangan IW 1811 yang berangkat pukul 13.00 WIB dan tiba pukul 14.25 WIB.

3. Yogyakarta jadi transit sebelum ke Bandung

Banda Husesin Sastranegara buka penerbangan ke Solo., Dok. Pemkot Bandung

Danang menjelaskan, rute ini tidak hanya melayani penerbangan langsung intra-Jawa, tetapi juga membuka akses ke Bandung dari lebih dari 10 kota lainnya di Indonesia melalui skema transit di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

“Melalui konektivitas ini, masyarakat dari Bali, Lombok, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Pekanbaru, Batam, Medan Kualanamu, hingga Padang dapat terhubung ke Bandung dengan perjalanan yang lebih ringkas dan efisien,” jelasnya.

Menurut Danang, konsep connected routes tersebut terintegrasi dengan jaringan penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Super Air Jet, sehingga perjalanan dapat direncanakan dengan lebih nyaman dan berkesinambungan.

Editorial Team