Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arus ke Pantai Membludak, Titik Macet di GT Parungkuda-Cikidang
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)
  • Arus kendaraan menuju kawasan wisata Palabuhanratu padat sejak pagi, didominasi wisatawan yang mengarah ke Pantai Citepus hingga Ujung Genteng.
  • Titik kemacetan utama terjadi di Exit Tol Parungkuda, Simpang Cikidang, dan Simpang Ratu akibat penyempitan lajur serta pertemuan arus kendaraan.
  • Satlantas Polres Sukabumi menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan buka tutup jalur untuk mengurai kepadatan selama libur Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Arus lalu lintas di jalur menuju kawasan wisata Palabuhanratu terpantau padat sejak pagi hari. Titik kepadatan terjadi di sejumlah simpul, terutama di Exit Tol Parungkuda hingga Simpang Cikidang.

Dari pantauan di lapangan, arus kendaraan di belakang Exit Tol Parungkuda terbilang ramai lancar. Meski demikian, laju kendaraan tetap melambat karena volume kendaraan yang tinggi.

“Untuk arus lalu lintas dari Exit Tol Parungkuda ramai lancar, namun roda tetap berputar,” ujar Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat, Senin (23/3/2026).

1. Kepadatan mengarah ke jalur wisata

Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat (IDN Times/Siti Fatimah)

Kepadatan lalu lintas saat ini didominasi kendaraan wisatawan yang menuju kawasan pantai di wilayah selatan Sukabumi. Lonjakan pengunjung terlihat di sepanjang Pantai Citepus hingga Ujung Genteng.

Ruas jalan menuju destinasi wisata tersebut dipadati kendaraan pribadi dan sepeda motor, terutama pada pagi hingga siang hari.

“Untuk kepadatannya, rata-rata pengunjung tempat wisata banyak yang mengunjungi di wilayah Pantai Citepus hingga ke Ujung Genteng,” katanya.

2. Titik rawan kemacetan

Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Berdasarkan pantauan kepolisian, terdapat beberapa titik yang menjadi simpul kepadatan. Di antaranya Exit Tol Parungkuda yang mengalami bottleneck akibat penyempitan lajur.

Selain itu, kepadatan juga terjadi di Simpang Cikidang. Di lokasi ini, arus kendaraan bertemu dari berbagai arah, baik menuju Cikidang maupun ke Cibadak.

Titik lainnya berada di Simpang Ratu yang turut menjadi lokasi perlambatan arus kendaraan. “Untuk titik kepadatan ada di Exit Tol Parungkuda karena bottleneck, kemudian di Simpang Cikidang dan Simpang Ratu,” sambungnya.

3. Rekayasa lalu lintas disiapkan

Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Satlantas Polres Sukabumi telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Langkah ini akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Sebelumnya, rekayasa berupa sistem one way dan buka tutup jalur telah dilakukan di Simpang Cikidang guna mengurai kepadatan.

“Kami siapkan rekayasa lalu lintas, seperti one way dan buka tutup jalur, untuk meringankan arus kendaraan,” ungkapnya.

4. Infrastruktur jalan jadi kendala

Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Kepadatan juga dipicu oleh keterbatasan infrastruktur jalan. Salah satu penyebabnya adalah penyempitan lajur di Jembatan Sirong yang membuat arus kendaraan tersendat.

Dari tiga lajur yang tersedia, kendaraan harus menyatu menjadi satu lajur saat melintas di titik tersebut. Selain itu, kapasitas jalan arteri dinilai belum sebanding dengan volume kendaraan yang keluar dari tol.

“Antara Exit Tol dan jalan arteri saat ini masih kurang memadai dari sisi jumlah lajur,” katanya.

Data kepolisian mencatat, sejak malam hingga pagi hari, sebanyak 16.000 kendaraan masuk melalui Gerbang Tol Parungkuda. Sementara dari jalur tol fungsional tercatat 3.800 kendaraan.

Adapun dari Gerbang Tol Cigombong yang mengarah ke wilayah Kabupaten Sukabumi tercatat sebanyak 5.800 kendaraan. Lonjakan kendaraan ini diperkirakan masih akan terus berlangsung seiring meningkatnya kunjungan wisata selama libur Lebaran.

Editorial Team