Bandung, IDN Times – Kanker paru kini tak lagi identik dengan perokok aktif. Penyakit mematikan ini diam-diam menyasar kelompok baru, termasuk perempuan dan mereka yang menjalani gaya hidup sehat. Di Indonesia, kanker paru bahkan menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi dengan angka mencapai 14,1 persen.
Kondisi ini tergambar dari kisah Patricia Susanna (56), seorang penyintas yang tak pernah merokok namun harus menghadapi vonis kanker paru. Pengalamannya membuka tabir persoalan besar, mulai dari salah diagnosis hingga sulitnya akses terhadap pengobatan inovatif.
