Bandung, IDN Times – Ancaman kanker di Indonesia kian meningkat seiring proyeksi lonjakan kasus dalam beberapa dekade ke depan. Deteksi dini dan akses terhadap terapi inovatif dinilai menjadi kunci utama untuk menekan angka kematian sekaligus mengurangi beban ekonomi nasional.
Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay menekankan bahwa penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang lebih progresif dan terintegrasi, tidak hanya dari sisi pengobatan tetapi juga pencegahan dan akses layanan kesehatan.
Menurut dia, penanganan kanker membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, hingga masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi mulai dari deteksi dini hingga akses terapi ancaman kanker di Indonesia dapat ditekan secara lebih efektif.
