Bandung, IDN Times – Proses pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor dan banjir bandang di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, masih menghadapi kendala serius. Salah satu hambatan utama adalah kondisi material longsoran yang hingga kini masih berupa pasir bercampur air atau “bubur pasir”, sehingga alat berat belum bisa dikerahkan secara maksimal.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii, mengatakan operasi SAR dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.
“Alat berat belum bisa masuk karena kondisi longsoran ini masih dalam bentuk pasir yang bubur pasir sehingga operasi SAR bertahap ini dikoordinir oleh SAR Bandung,” ujar Syafii, Minggu (25/1/2025).
