Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260125-WA0044.jpg
Lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Istimewa

Intinya sih...

  • 250 personel terlatih sudah bantu pencarian korban

  • Manfaatkan 12 drone untuk pantau kondisi longsoran

  • Ada juga anjing pelacak dan modifikasi cuaca dilakukan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Proses pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor dan banjir bandang di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, masih menghadapi kendala serius. Salah satu hambatan utama adalah kondisi material longsoran yang hingga kini masih berupa pasir bercampur air atau “bubur pasir”, sehingga alat berat belum bisa dikerahkan secara maksimal.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii, mengatakan operasi SAR dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.

“Alat berat belum bisa masuk karena kondisi longsoran ini masih dalam bentuk pasir yang bubur pasir sehingga operasi SAR bertahap ini dikoordinir oleh SAR Bandung,” ujar Syafii, Minggu (25/1/2025).

1. 250 personel terlatih sudah bantu pencarian korban

Pencarian dan identifikasi jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. Dok/Istimewa

Syafii menjelaskan, operasi SAR ini merupakan operasi gabungan yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri di wilayah Jawa Barat.

“Saya sampaikan dalam operasi SAR ini adalah badan SAR nasional dibantu seluruh kementerian lembaga khususnya TNI Polri yang ada di Jabar,” kata dia.

Berdasarkan hasil asesmen awal, area longsoran dibagi ke dalam beberapa sektor mulai dari titik mahkota longsor hingga lidah longsoran. Saat ini, sebanyak 250 personel terlatih dikerahkan langsung dalam operasi SAR, dengan total personel gabungan termasuk unsur pendukung mencapai sekitar 450 orang.

“Sekarang yang tergabung operasi SAR ini ada 250 personel terlatih. Kemudian dalam gabungan operasi termasuk pendukung ada 450 yang terdata,” jelas Syafii.

2. Manfaatkan 12 drone untuk pantau kondisi longsoran

Penampakan longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. Dok, SAR Bandung

Dari sisi sarana dan prasarana, operasi SAR melibatkan unsur udara dan darat. Sebanyak 12 unit drone digunakan untuk pemantauan dari udara, sementara personel darat disiagakan di berbagai sektor yang telah ditentukan.

“Untuk penggunaan sarana dan prasarana, operasi SAR ini ada dua unsur dari udara melibatkan drone yang terdata ada 12 drone, dan darat pakai personel dan alat berat sudah tergelar,” ucapnya.

Namun demikian, penggunaan alat berat masih sangat terbatas akibat kondisi tanah yang belum stabil. Selain itu, unsur pengamanan dan koordinator lapangan terus bekerja secara optimal mengingat adanya laporan korban yang masih belum ditemukan.

“Unsur terlibat di lapangan dari koordinator sampai unsur pengamanan akan bekerja optimal agar bisa menemukan seluruh korban ini di mana informasi ini ada sekitar 80 orang,” katanya.

3. Ada juga anjing pelacajk

Pencarian dan identifikasi jenazah korban longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat. Dok/Istimewa

Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR juga akan mengerahkan anjing pelacak (K9) dari TNI dan Polri. Upaya modifikasi cuaca pun telah dilakukan dengan koordinasi pemerintah pusat melalui BNPB.

“Hari ini juga ada K9 dari TNI dan Polri akan dikerahkan dalam membantu proses penemuan korban dan mudah-mudahan cuaca bisa membantu. Sudah modifikasi cuaca dan langsung dalam koordinator pemerintah dalam hal ini BNPB,” tutur Syafii.

Ia menambahkan, peristiwa longsor dan banjir bandang ini telah ditetapkan sebagai bencana hidrometeorologi dan masuk dalam klaster disaster nasional.

Editorial Team