Bandung, IDN Times – Isu kesejahteraan hewan kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya tuntutan transparansi terhadap praktik rantai pasok industri pangan dan perhotelan. Di tengah tren global menuju sistem pangan yang lebih etis, komitmen penggunaan telur bebas sangkar (cage-free) menjadi salah satu indikator yang diawasi berbagai pihak.
Di Indonesia, perhatian tersebut mengarah ke Hotel Millennium Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Hotel ini sebelumnya telah mengumumkan komitmen penggunaan telur bebas sangkar sejak 2018 dengan tenggat waktu implementasi pada akhir 2025.
Namun hingga awal 2026, belum tersedia laporan publik yang menjelaskan sejauh mana komitmen tersebut direalisasikan. Kondisi ini memicu respons dari kelompok masyarakat sipil yang menilai transparansi sebagai bagian penting dari tanggung jawab bisnis.
Sebagai bentuk penyampaian aspirasi, sejumlah aktivis menggelar aksi damai untuk mengingatkan tenggat komitmen yang telah terlewati sekaligus menyoroti praktik produksi telur yang masih menuai kritik dari perspektif kesejahteraan hewan.
