Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi puskesmas (IDN Times/Ervan Masbanjar)
ilustrasi puskesmas (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Intinya sih...

  • Warga Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi harus menempuh jarak hingga 10 kilometer menuju puskesmas terdekat dengan kondisi jalan yang rusak parah dan sulit dilalui.

  • Masjid Baiturrahman akan membangun Pustu sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan bagi warga. Prosesi peletakan batu pertama pembangunan telah dilakukan dan ditargetkan dalam waktu dekat sudah dapat mulai melayani masyarakat.

  • Pemkab Sukabumi akan menyiapkan tenaga medis mulai dari dokter, perawat, hingga bidan untuk bertugas di Pustu tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga berjanji akan mulai melakukan perbaikan akses jalan yang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan nyata bagi warga Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Untuk mendapatkan pelayanan medis, masyarakat setempat harus menempuh jarak hingga 10 kilometer menuju puskesmas terdekat, dengan kondisi jalan yang rusak parah dan sulit dilalui.

Situasi tersebut mendorong Masjid Baiturrahman, yang berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, mengambil peran langsung. Di area sekitar masjid, akan dibangun Puskesmas Pembantu (Pustu) sebagai upaya mendekatkan layanan kesehatan bagi warga.

Pustu Baiturrahman akan berdiri di atas lahan seluas 450 meter persegi. Prosesi peletakan batu pertama pembangunan telah dilakukan dan ditargetkan dalam waktu dekat sudah dapat mulai melayani masyarakat.

1. Akses rusak hingga pengalaman warga kehilangan anak dalam kandungan

Jalan rusak di Gegerbitung, Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)

Pendiri Masjid Baiturrahman, Ilham Idli, mengatakan gagasan pembangunan Pustu muncul dari aspirasi warga sekitar yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Menurutnya, jarak yang jauh ditambah kondisi infrastruktur jalan yang rusak kerap menjadi penghambat warga mendapatkan penanganan medis tepat waktu.

“Puskesmas terdekat jaraknya kurang lebih 10 kilometer dari sini, dan jalannya rusak parah. Ini sangat menyulitkan, apalagi kalau kondisinya darurat,” ujar Ilham, Selasa (20/1/2026).

Ilham mengungkapkan, pengalaman pahit yang dialami salah satu karyawannya menjadi titik balik keputusan pembangunan Pustu. Saat hendak melahirkan, istri karyawannya harus dibawa ke rumah sakit di pusat kota dengan waktu tempuh mencapai 2,5 jam.

Perjalanan panjang di jalan rusak memperburuk kondisi sang ibu hingga akhirnya bayi dalam kandungan dinyatakan meninggal dunia. “Itu kejadian yang sangat berat bagi saya. Dari situ saya berpikir, akses kesehatan di sini memang tidak boleh dibiarkan seperti ini,” katanya.

2. Inisiatif pembangunan puskesmas pembantu dan akan dihibahkan ke Pemkab Sukabumi

Lahan yang akan dibangun Puskesmas Pembantu di Gegerbitung, Sukabumi (dok. IDN Times)

Berangkat dari kejadian tersebut, Ilham kemudian mengajukan izin kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk membangun Pustu di sekitar masjid. Setelah mendapatkan persetujuan, pembangunan pun mulai direalisasikan.

“Ini murni untuk kepentingan sosial. Tidak ada keuntungan atau profit yang diambil. Saya berharap fasilitas ini bisa membantu masyarakat luas,” katanya.

Setelah selesai dibangun, Pustu Baiturrahman rencananya akan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pengelolaan fasilitas serta penyediaan tenaga medis akan ditangani oleh Dinas Kesehatan setempat.

3. Pemkab janji siapkan tenaga medis dan perbaiki jalan

Bupati Sukabumi Asep Japar (kemeja putih) (dok. IDN Times)

Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengapresiasi langkah yang diambil Masjid Baiturrahman. Ia menilai inisiatif tersebut mencerminkan kepedulian sosial terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses terbatas.

“Ini bentuk kepedulian sosial yang luar biasa. Puskesmas pembantu ini sangat dibutuhkan masyarakat sekitar Gegerbitung,” ujarnya.

Pemkab Sukabumi, kata Asep, akan menyiapkan tenaga medis mulai dari dokter, perawat, hingga bidan untuk bertugas di Pustu tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga berjanji akan mulai melakukan perbaikan akses jalan yang selama ini dikeluhkan warga.

Insya Allah ke depan akses jalan juga akan diperbaiki supaya masyarakat tidak lagi kesulitan menjangkau layanan kesehatan,” ujarnya.

Editorial Team