Suasana pemudik di Jalur Nagreg Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Untuk diketahui, Lingkar Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung merupakan jalur alternatif utama penghubung Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya. Berdasarkan data dari Posko Mudik Kabupaten Bandung, total kendaraan per Rabu (18/3/2026) pukul 19:00 WIB dari arah Bandung ada 43,478 kendaraan, arah Garut/Tasikmalaya 100,288 kendaraan, totalnya 143,766 kendaraan.
Sementara, pada puncak arus mudik 2025, kendaraan dari arah Bandung mencapai 42,216, dan arah Garut/Tasikmalaya 96,963. Jika dipersentasekan kendaraan arah Bandung mengalami kenaikan 2.99 persen, arah Garut/Tasikmalaya peningkatannya mencapai 3.43 persen.
Sebelumnya, Polda Jabar menyiapkan 26.692 personel gabungan berasal dari Polda, Polres, TNI dan instansi terkait lain. Rinciannya, sebanyak 2.440 personel berasal dari Polda Jabar, 12.657 personel dari jajaran polres, serta 11.595 personel dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan berbagai instansi lainnya.
"Dengan pelibatan puluhan ribu personel tersebut, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif," kata Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan, Selasa (10/3/2026).
Sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026 atau Rabu (18/3/2026). Total ada sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat yang akan mudik pada waktu tersebut.
Sedangkan, total secara keseluruhan ada 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada Idul Fitri 2026. Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan jumlah pengunjung 2,94 juta jiwa.
Adapun 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, sebagian besar atau 24,86 juta jiwa (96,73 persen) melaksanakan perjalanan berupa mudik.