Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
98 Ribu Kendaraan Pemudik Melintas Jalur Nagreg di H-2 Lebaran 2026
Pos Cikaledong Nagreg, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Sebanyak 98 ribu kendaraan pemudik melintas di Jalur Nagreg pada H-2 Lebaran 2026, menunjukkan puncak arus mudik dengan dominasi kendaraan roda dua mencapai 69 persen.
  • Dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 71 ribu kendaraan, volume lalu lintas meningkat signifikan dengan rata-rata 7.000 kendaraan per jam hingga pukul 14.00 WIB.
  • Polda Jabar menurunkan lebih dari 26 ribu personel gabungan untuk menjaga kelancaran arus mudik, sementara total pemudik Jawa Barat diperkirakan mencapai 25,6 juta orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 Maret 2026

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menyatakan telah menyiapkan 26.692 personel gabungan dari Polda, Polres, TNI, dan instansi lain untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat.

18 Maret 2026

Dishub Provinsi Jabar memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026. Data Posko Mudik Kabupaten Bandung mencatat hingga pukul 19.00 WIB total kendaraan melintas mencapai 143.766 unit.

19 Maret 2026

Puncak arus mudik di Jalur Nagreg terjadi pada H-2 Lebaran 2026 dengan total 98 ribu kendaraan melintas hingga pukul 14.00 WIB, meningkat signifikan dibanding hari sebelumnya.

Lebaran 2025

Pada puncak arus mudik tahun sebelumnya, tercatat kendaraan dari arah Bandung sebanyak 42.216 unit dan arah Garut/Tasikmalaya sebanyak 96.963 unit.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sebanyak 98 ribu kendaraan pemudik melintas di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, pada puncak arus mudik H-2 Lebaran 2026 menuju arah Garut dan Tasikmalaya.
  • Who?
    Kendaraan pemudik roda dua dan empat tercatat oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung; keterangan disampaikan oleh Humas Dishub Eric Alam Prabowo.
  • Where?
    Perlintasan terjadi di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang menjadi jalur utama penghubung Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya.
  • When?
    Peningkatan arus kendaraan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, sejak dini hari hingga pukul 14.00 WIB pada H-2 Lebaran.
  • Why?
    Kepadatan disebabkan meningkatnya aktivitas mudik masyarakat menjelang Idul Fitri serta dominasi penggunaan sepeda motor meski ada program mudik gratis pemerintah.
  • How?
    Lalu lintas padat setelah sahur hingga pagi hari, menurun siang hari, lalu kembali meningkat sore hingga malam; rata-rata 7.000 kendaraan per jam melintas menurut data traffic counting Dishub.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak sekali orang naik motor dan mobil lewat jalan Nagreg karena mau pulang kampung sebelum Lebaran. Ada 98 ribu kendaraan lewat ke arah Garut dan Tasikmalaya. Polisi dan tentara bantu jaga supaya aman. Jalan jadi ramai sekali dari pagi sampai malam, tapi semua orang senang bisa mudik ke rumahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Lonjakan 98 ribu kendaraan pemudik di Jalur Nagreg pada H-2 Lebaran 2026 menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi untuk berkumpul dengan keluarga, sekaligus mencerminkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus besar tersebut. Prediksi yang tepat antara Dishub dan kepolisian menandakan koordinasi efektif, sementara pelibatan puluhan ribu personel memperkuat upaya menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan mudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Puncak arus mudik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung terjadi pada H-2 Lebaran 2026. Puluhan ribu kendaraan pemudik baik roda dua dan empat tercatat melintas menuju arah Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, pada Kamis (19/3/2026).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, total kendaraan yang melintas hingga pukul 14.00 WIB ada 98 ribu. Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo mengatakan, puncak arus mudik pada H-2 di jalur Nagreg sesuai dengan prediksi Kementerian Perhubungan dan kepolisian.

"Ini terbukti dari hasil traffic counting yang kami lakukan di Nagreg ini, bahwa memang hari ini sudah sebanyak 98.000 kendaraan melintas Nagreg sampai dengan pukul 14.00 WIB," kata Eric, Kamis (19/3/2026).

1. Jumlah hari ini mengalami peningkatan dibandingkan kemarin

Pos Cikaledong Nagreg, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Eric mengatakan, jumlah tersebut lebih besar dibandingkan Rabu (18/3/2026) kemarin, di mana tercatat hingga pukul 14.00 WIB kendaraan yang melintas hanya sebesar 71 ribu. Sedangkan saat ini sudah 98.000, dengan begitu volumenya mengalami peningkatan.

"Ini sebuah peningkatan yang cukup sangat signifikan dan saya meyakini bahwa hari ini akan melebihi jumlah kendaraan total 24 jam di hari kemarin, dengan rata-rata per jam hari ini sebanyak 7.000 kendaraan melintas Nagreg," kata dia.

Menurut dia, setelah 24 jam bakal diketahui puncak arus mudik terjadi hari ini. Eric menyebut dominasi kendaraan masih dipenuhi kendaraan roda dua mencapai 69 persen.

"Jadi pemerintah sudah menggalakkan sebanyak-banyak program mudik gratis, namun memang masyarakat masih menginginkan mudik menggunakan sepeda motor," kata dia.

2. Pemudik kebanyakan dari wilayah Bekasi hingga Bogor

Situasi pemudik di Jalur Nagreg Kabupaten Bandung di H-2 Lebaran 2026 (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Eric menambahkan, tren arus mudik di jalur Nagreg mengalami kepadatan terjadi setelah sahur hingga pukul 08.00 WIB dan cenderung menurun. Selanjutnya pukul 14.00 WIB cenderung naik hingga berbuka puasa.

"Memang kendaraan yang melintas Nagreg cukup sangat padat. Ini biasanya masyarakat yang mulai bergerak dari Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, mereka sudah mulai bergerak setelah berbuka puasa dan mereka sampai di Nagreg di sekitar pukul 12 sampai 2 pagi," ungkap dia.

3. Jumlah pemudik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan 2025

Suasana pemudik di Jalur Nagreg Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Untuk diketahui, Lingkar Selatan Nagreg, Kabupaten Bandung merupakan jalur alternatif utama penghubung Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya. Berdasarkan data dari Posko Mudik Kabupaten Bandung, total kendaraan per Rabu (18/3/2026) pukul 19:00 WIB dari arah Bandung ada 43,478 kendaraan, arah Garut/Tasikmalaya 100,288 kendaraan, totalnya 143,766 kendaraan.

Sementara, pada puncak arus mudik 2025, kendaraan dari arah Bandung mencapai 42,216, dan arah Garut/Tasikmalaya 96,963. Jika dipersentasekan kendaraan arah Bandung mengalami kenaikan 2.99 persen, arah Garut/Tasikmalaya peningkatannya mencapai 3.43 persen.

Sebelumnya, Polda Jabar menyiapkan 26.692 personel gabungan berasal dari Polda, Polres, TNI dan instansi terkait lain. Rinciannya, sebanyak 2.440 personel berasal dari Polda Jabar, 12.657 personel dari jajaran polres, serta 11.595 personel dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan berbagai instansi lainnya.

"Dengan pelibatan puluhan ribu personel tersebut, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif," kata Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan, Selasa (10/3/2026).

Sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 Idul Fitri 2026 atau Rabu (18/3/2026). Total ada sebanyak 8,9 juta warga Jawa Barat yang akan mudik pada waktu tersebut.

Sedangkan, total secara keseluruhan ada 25,6 juta warga Jawa Barat diperkirakan akan melakukan perjalanan pada Idul Fitri 2026. Kabupaten Garut menjadi daerah tujuan terbanyak dengan jumlah pengunjung 2,94 juta jiwa.

Adapun 25,6 juta warga yang melakukan perjalanan, sebagian besar atau 24,86 juta jiwa (96,73 persen) melaksanakan perjalanan berupa mudik.

Editorial Team