Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
933 Koperasi Merah Putih Terbangun di Jabar, Ribuan Lainnya Berproses
Koperasi Desa Merah Putih Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Per Mei 2026, sudah ada 933 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) beroperasi di Jawa Barat dari target 3.600 unit yang ditetapkan hingga akhir Juli 2026.
  • Sekitar 3.017 unit KDKMP masih dalam tahap pembangunan dengan progres bervariasi, sehingga total diperkirakan mencapai lebih dari target saat seluruhnya rampung.
  • Kabupaten Garut, Bogor, dan Cirebon menjadi wilayah dengan jumlah KDKMP terbanyak, sementara Pemprov Jabar terus mempercepat proses izin dan pembangunan agar segera beroperasi penuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
16 Mei 2026

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan harapan agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

20 Mei 2026

Kepala Diskuk Jabar Yuke Mauliani Septina menjelaskan bahwa per Mei 2026 terdapat 933 unit KDKMP yang sudah beroperasi dan sekitar 3.017 unit sedang dalam tahap pembangunan di berbagai daerah Jawa Barat.

akhir Juli 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan seluruh 3.600 unit KDKMP selesai sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembangunan ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Barat masih berlangsung, dengan 933 unit telah beroperasi dan sekitar 3.017 unit lainnya dalam tahap pembangunan menuju target 3.600 unit pada Juli 2026.
  • Who?
    Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Yuke Mauliani Septina, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Wakil Gubernur Erwan Setiawan menjadi pihak yang memantau dan mendorong percepatan pembangunan KDKMP.
  • Where?
    Pembangunan tersebar di berbagai kabupaten di Jawa Barat, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cirebon.
  • When?
    Perkembangan terakhir tercatat pada Mei 2026, dengan target penyelesaian seluruh KDKMP ditetapkan hingga akhir Juli 2026 sesuai arahan pemerintah pusat.
  • Why?
    Koperasi Merah Putih dibentuk untuk menyediakan kebutuhan pokok masyarakat desa dengan harga terjangkau serta memperkuat ekonomi lokal tanpa bersaing langsung dengan minimarket atau toko kelontong.
  • How?
    Pemerintah daerah bersama Agrinas memproses izin sambil mempercepat pembangunan fisik gerai; sebagian besar koperasi kini berada pada tahap konstruksi antara 50 hingga 90 persen penyelesaian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang di Jawa Barat lagi bikin tempat namanya Koperasi Merah Putih. Sekarang baru ada sembilan ratusan yang sudah jalan, tapi ribuan lagi masih dibangun. Ibu Yuke bilang nanti jumlahnya bisa lebih banyak dari target. Di Garut, Bogor, dan Cirebon paling banyak. Pemerintah mau cepat selesai biar orang desa bisa beli barang murah dan gampang cari kebutuhan sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jawa Barat belum sepenuhnya rampung, data menunjukkan kemajuan signifikan dengan ribuan unit sedang dalam tahap akhir penyelesaian. Optimisme pemerintah provinsi terlihat dari proyeksi jumlah koperasi yang bahkan berpotensi melampaui target. Upaya ini mencerminkan komitmen kuat untuk memperluas akses kebutuhan pokok masyarakat hingga tingkat desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sudah beroperasi di Jawa Barat ada sebanyak 933 unit per Mei 2026. Jumlah tersebut masih jauh dari target 3.600 unit yang harus sudah terbangun di akhir Juli 2026.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jabar, Yuke Mauliani Septina menjelaskan, jumlah unit yang sudah terbangun memang masih sedikit, namun masih ada ribuan KDKMP yang saat ini sudah memiliki kantor namun tengah berproses membangun gerai.

"Sekarang yang sedang proses bangun unit gerai, variatif sih ada yang sudah 70 persen, ada juga yang 50 persen, ada juga yang memang tinggal sedikit lagi finishing-finishing sekitar 90 persen-an ini totalnya kurang lebih di 3.017 unit gerai," ujar Yuke saat dihubungi, Rabu (20/5/2026).

1. Optimistis bisa melebihi target

Koperasi Desa Merah Putih Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dengan jumlah tersebut, Yuke memastikan, jumlah KDKMP yang akan terbangun hingga akhir Juli 2026 bisa melebihi target, karena dihitung dengan yang sudah beroperasi sejak awal tahun 2026 ini.

"Kami punya 3.017 unit yang masih berproses ditambahkan dengan 933 unit yang sudah beroperasi, jadi 3.900-an. Padahal targetnya 3.600. Nah, kondisinya seperti itu," ucap dia.

Berdasarkan data Diskuk Jabar, wilayah yang memiliki KDKMP terbanyak ada di Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cirebon. Tiga daerah tersebut dikatakan Yuke memiliki Koperasi Merah Putih yang paling banyak dibandingkan daerah lainnya di Jabar.

"Kabupaten Garut ada 442 unit Koperasi Merah Putih, terus Kabupaten Bogor 435 unit, Kabupaten Cirebon 424 unit. Tapi ini masih ada beberapa yang berproses. Belum semuanya memiliki gedung, masih ada yang dalam tahap pembangunan," ujarnya.

2. Koperasi Merah Putih hadir bukan menjadi pesaing

Koperasi Desa Merah Putih Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Seperti di Kabupaten Garut dari 442 Koperasi Merah Putih, yang sudah terbangun baru 34 dan yang sedang proses 181 unit. Di Kabupaten Cirebon dari 424 yang sudah terbangun 50 unit, sedang pembangunan 279 unit. Yuke mengatakan, Pemprov Jabar tengah menggenjot agar pembangunan segera rampung.

"Proses izin kan berbarengan dengan proses pembangunan. Jadi tugas kami memang belum selesai semua, karena kan tetap harus lihat pengajuan (KDKMP) tetap dari Agrinas (BUMN) untuk proses izin baru kita, dan pemerintah kabupaten/kota memproses izinnya," kata dia.

Mengenai penempatan KDKMP yang lokasinya berdekatan dengan minimarket dan juga toko kelontong, Yuke menjelaskan, pada dasarnya Koperasi Merah Putih ini hadir bukan sebagai pesaing, melainkan memberikan kebutuhan pangan dengan harga yang murah.

Selain itu, jumlah barang yang dijual dalam gerai Koperasi Merah Putih ini terbatas, berbeda dengan minimarket. "Niat awalnya kami bukan head to head untuk seperti itu. Ya, karena koperasi itu disiapkan untuk menjadi agregator, menyiapkan kebutuhan pokok dari desa tersebut," katanya.

"Kemudian pupuk, kalau sembako seperti itu kan tertentu tidak banyak, LPG dan lain sebagainya gitu. Kalau minimarket kan banyak item," tutur Yuke.

3. Pemprov Jabar targetkan 3.600 KDKMP beroperasi di akhir Juli 2026

Koperasi Desa Merah Putih Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembentukan seluruh KDKMP di wilayah Jabar yang berjumlah sekitar 3.600 unit dapat selesai pada akhir Juli 2026 sesuai arahan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berharap keberadaan koperasi tersebut mampu menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

"Jadi tidak ada lagi ke depan alasan masyarakat sulit mendapatkan gas LPG, sulit membeli beras dan lain sebagainya," kata Erwan, Sabtu (16/5/2026).

Editorial Team