Bandung, IDN Times - Sebanyak 62.954 siswa kelas 1-12 tingkat SD-SMA sederajat terindikasi mengalami gangguan borderline dengan abnormal (menyimpang/bermasalah). Hal ini diketahui berdasarkan hasil riset Anggota Majelis Psikolog Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jawa Barat sekaligus dosen psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba), M. Ilmi Hatta pada tahun 2023/2024.
Penelitian yang melibatkan berbagai pihak termasuk Dinkes Kota Bandung ini turut dilakukan screening psikologis kepada 380.151 peserta didik dari kelas 1-12 SD-SMA sederajat. Hasilnya ditemukan ada sebanyak 62.954 mengalami gangguan kejiwaan yang mengharah kepada penyimpangan.
"Dari 380.151 siswa yang diskrining, secara total 62.954 siswa (dihitung dari jumlah tertinggi) menunjukkan adanya indikasi masalah dalam setidaknya satu domain. Ini adalah angka yang signifikan dan memerlukan perhatian serius," kata Ilmi, dikutip Selasa (7/4/2026).
