Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    6 Pengeluaran Anak Kos yang Sering Gak Disadari, Bikin Dompet Boncos
    ilustrasi di kos-kosan (pexels.com/Kaushal Moradiya)
    • Pengeluaran kecil yang berulang, bukan hanya belanja besar, dapat membuat uang bulanan anak kos cepat menipis, terutama saat kebutuhan mandiri tidak masuk perencanaan.

    • Biaya laundry, parkir, ojol dan pesan makanan, kopi atau camilan, serta kebutuhan harian bisa membengkak karena frekuensi, biaya tambahan, atau habis bersamaan.

    • Anak kos disarankan mencatat transaksi, mengecek total biaya dan persediaan, menetapkan anggaran, serta menyesuaikan penggunaan internet agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa panik saat tanggal tua.

    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
    Anak kos sering uangnya cepat habis walau tidak beli barang mahal. Uang kecil bisa habis untuk laundry, parkir, pesan makanan, kopi, sabun, dan internet. Kalau sering dilakukan, jumlahnya jadi banyak. Sekarang anak kos bisa mencatat semua belanja dan memilih yang penting supaya uang bulanan tidak cepat habis.
    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
    Mengenali pengeluaran kecil seperti laundry, parkir, kopi, hingga paket internet dapat menjadi titik awal yang konstruktif bagi anak kos untuk memahami pola keuangannya. Dengan pencatatan dan penyesuaian sederhana sesuai kebutuhan, mereka tetap memiliki ruang menikmati rutinitas favorit sambil menjaga kebutuhan utama agar lebih terencana.
    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

    Bandung, IDN Times - Pernah merasa gak beli barang mahal, gak belanja berlebihan, bahkan gak terlalu sering nongkrong, tetapi uang bulanan tiba-tiba tinggal sedikit? Buat anak kos, situasi seperti ini mungkin terasa familiar. Baru juga pertengahan bulan, saldo sudah bikin panik.

    Padahal, kalau dipikir-pikir, pengeluaran yang dilakukan sehari-hari rasanya masih wajar. Beli kopi sebelum kuliah, pesan makanan karena mager keluar, bayar parkir, sampai laundry ketika cucian mulai menumpuk. Nominalnya memang gak selalu besar, tetapi pengeluaran seperti ini bisa terus berulang.

    Apalagi, tinggal jauh dari rumah berarti harus mengatur sendiri berbagai kebutuhan. Selain membayar kos dan makan, ada biaya transportasi, internet, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan mendadak yang gak bisa dihindari.

    Masalahnya, uang sering kali bukan cuma habis karena satu pengeluaran besar. Kebiasaan kecil yang gak pernah dihitung juga bisa membuat anggaran bulanan berantakan. Kalau gak dikontrol, rencana hidup hemat pada awal bulan bisa berakhir dengan mode bertahan hidup menjelang tanggal tua.

    Nah, supaya kejadian serupa gak terus berulang, coba cek enam pengeluaran anak kos berikut ini. Siapa tahu, salah satunya menjadi biang kerok saldo rekeningmu cepat menipis.

    1. Laundry, solusi buat yang mager mencuci sendiri

    ilustrasi laundry (freepik.com/pressfoto)

    Buat anak kos yang gak punya mesin cuci, laundry memang bisa menjadi penyelamat. Apalagi kalau jadwal kuliah padat, tugas menumpuk, atau akhir pekan sudah lebih dulu diisi rencana istirahat dan nongkrong.

    Awalnya mungkin cuma ingin mencuci beberapa potong baju. Namun, karena pakaian kotor terus bertambah, laundry akhirnya menjadi pengeluaran rutin. Belum lagi seprai, selimut, atau jaket yang perlu dicuci secara terpisah.

    Pengeluaran ini sering gak terasa karena gak selalu muncul setiap hari. Namun, ketika dilakukan berkali-kali dalam sebulan, total biayanya bisa ikut menggerus uang bulanan.

    Biar gak boncos: Coba atur jadwal mencuci secara rutin. Pakaian ringan bisa dicuci sendiri jika memungkinkan, sedangkan laundry digunakan untuk cucian yang lebih banyak atau sulit ditangani di kos. Gak perlu memaksakan diri mencuci semuanya sendiri, yang penting pengeluarannya tetap terkontrol.

    2. Parkir, cuma beberapa ribu tetapi sering

    ilustasi parkir liar (Foto: Freepik)

    Punya motor sendiri memang memudahkan mobilitas anak kos. Mau ke kampus, tempat magang, minimarket, atau sekadar bertemu teman, tinggal gas. Namun, ada satu pengeluaran yang sering luput dari perhitungan, yaitu parkir.

    Sekali parkir, biayanya mungkin terasa kecil. Masalahnya, dalam satu hari kamu bisa berpindah dari kampus ke tempat makan, lanjut nongkrong, lalu mampir ke tempat lain. Setiap berhenti, ada kemungkinan uang parkir kembali keluar.

    Karena nominalnya relatif kecil, pengeluaran ini sering gak masuk catatan. Tahu-tahu, uang yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain sudah terpakai untuk biaya parkir berkali-kali.

    Biar gak boncos: Mulai catat biaya parkir bersama pengeluaran transportasi. Kalau memungkinkan, pilih tempat yang menyediakan parkir gratis atau gabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan. Lumayan, uangnya bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting.

    3. Ojol dan pesan makanan online karena mager keluar kamar

    Ilustrasi Driver Ojol (Pinterest/Diane Parsons)

    Hujan, tugas belum selesai, badan capek, atau sekadar malas keluar kamar. Dalam kondisi seperti ini, memesan makanan lewat aplikasi memang terasa seperti solusi paling praktis bagi anak kos.

    Masalahnya, kemudahan itu bisa bikin kita terlalu sering mengandalkan layanan pesan antar. Awalnya cuma sekali karena sedang sibuk, besoknya pesan lagi karena hujan, lalu berlanjut karena sudah telanjur nyaman.

    Padahal, total pembayaran bukan cuma harga makanan. Ada ongkos kirim, biaya layanan, dan kemungkinan harga menu yang berbeda dari pembelian langsung. Hal serupa berlaku untuk ojek online yang tarifnya dapat berubah sesuai jarak dan kondisi perjalanan.

    Biar gak boncos: Sebelum menekan tombol pesan, periksa total pembayaran. Kalau lokasi memungkinkan, beli makanan langsung atau pilih tempat makan yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Promo juga boleh dimanfaatkan, asalkan memang menghemat pengeluaran, bukan malah membuatmu membeli sesuatu yang sebenarnya gak dibutuhkan.

    4. Kopi dan camilan demi mood yang lebih baik

    ilustrasi filtered coffee, kopi filter, ngopi, alat pembuat kopi (pexels.com/Maksim Goncharenok)

    Ada yang merasa belum benar-benar siap kuliah sebelum minum kopi. Ada juga yang selalu mencari camilan ketika mengerjakan tugas atau mampir ke minimarket setiap kali keluar kos. Buat sebagian anak muda, kebiasaan ini sudah menjadi bagian dari rutinitas.

    Sebenarnya, menikmati kopi atau camilan favorit bukan masalah. Kamu tetap boleh jajan dan nongkrong tanpa harus merasa bersalah. Namun, ceritanya berbeda kalau hampir setiap hari ada pengeluaran tambahan yang gak pernah masuk perhitungan.

    Satu gelas kopi mungkin terasa aman untuk saldo rekening. Begitu juga dengan roti, minuman kekinian, atau camilan yang dibeli saat sedang ingin memperbaiki mood. Namun, jika semuanya dilakukan berulang kali, total pengeluarannya bisa bikin kaget ketika diperiksa pada akhir bulan.

    Biar gak boncos: Tentukan batas anggaran untuk kopi dan jajan. Kamu bisa menyelingi kopi kafe dengan kopi buatan sendiri atau membawa camilan dari kos. Dengan begitu, tetap ada ruang untuk menikmati hal favorit tanpa mengorbankan kebutuhan utama.

    5. Kebutuhan sehari-hari yang baru terasa saat habis bersamaan

    ilustrasi galon isi ulang (vecteezy.com/NARONG KHUEANKAEW)

    Tinggal di kos berarti harus belajar mengurus kebutuhan sendiri. Air minum isi ulang, sabun mandi, sampo, deterjen, sabun cuci piring, tisu, dan perlengkapan kebersihan menjadi barang yang perlu diperhatikan.

    Masalahnya, barang-barang tersebut gak selalu habis pada waktu yang sama. Akibatnya, kita sering lupa memasukkannya ke anggaran bulanan karena merasa masih punya persediaan.

    Sampai suatu hari, galon kosong, sabun habis, deterjen tinggal sedikit, dan tisu ternyata sudah gak ada. Mau gak mau, semuanya harus dibeli dalam waktu berdekatan. Pengeluaran yang tadinya terlihat kecil pun mendadak terasa besar.

    Biar gak boncos: Biasakan mengecek persediaan sebelum berbelanja. Buat daftar kebutuhan yang memang harus dibeli dan hindari membeli barang hanya karena kemasannya menarik atau sedang promo. Kalau tinggal bersama teman sekamar, kebutuhan bersama juga bisa dibeli secara patungan.

    6. Paket data dan WiFi, jangan sampai bayar dua kali tanpa sadar

    ilustrasi WiFi (magnific.com/creativeart)

    Buat mahasiswa dan pekerja muda, internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mengerjakan tugas, mengikuti kelas daring, rapat organisasi, sampai streaming dan bermain gim, semuanya membutuhkan koneksi yang memadai.

    Sebagian anak kos memilih memasang WiFi, sementara yang lain cukup mengandalkan paket data. Ada juga yang menggunakan keduanya karena membutuhkan koneksi saat berada di luar kos.

    Gak masalah punya dua sumber internet kalau memang dibutuhkan. Namun, pengeluaran bisa menjadi kurang efisien ketika kamu terus membeli paket data berkapasitas besar, padahal sebagian besar waktu dihabiskan di kos dengan akses WiFi.

    Biar gak boncos: Sesuaikan paket internet dengan kebiasaan penggunaan sehari-hari. Jika lebih sering berada di kos, manfaatkan WiFi untuk aktivitas yang membutuhkan banyak data. Sebaliknya, jika sering bepergian, pilih paket seluler yang sesuai kebutuhan. Jangan sampai membayar layanan yang jarang digunakan hanya karena sudah terbiasa memperpanjangnya.

    Menjadi anak kos bukan berarti harus berhenti nongkrong, gak boleh ngopi, atau selalu memilih opsi termurah untuk segala hal. Kamu tetap bisa menikmati hidup selama tahu batas kemampuan finansial sendiri.

    Langkah paling sederhana adalah mulai mencatat pengeluaran, termasuk transaksi kecil yang biasanya langsung terlupakan. Coba evaluasi setelah satu minggu atau satu bulan. Dari situ, kamu bisa melihat kebiasaan mana yang paling banyak menyedot uang dan mana yang masih bisa dikurangi.

    Sebab, tujuan mengatur uang bukan sekadar bertahan sampai kiriman berikutnya, melainkan supaya kebutuhan terpenuhi tanpa harus terus-terusan panik ketika tanggal tua datang.

    Nah, dari enam pengeluaran di atas, mana yang paling sering bikin dompet kamu boncos: laundry, parkir, ojol, kopi, kebutuhan harian, atau paket internet?

    Curated For You

    Editorial Team

    Related Article