Ilustrasi Tambang (IDN Times/Aditya Pratama)
Sebelumnya, Ade mengatakan, beberapa warga terdampak sebelumnya sudah mendapatkan biaya kompensasi Rp3 juta untuk satu bulan pada tahun lalu. Saat ini yang belum mendapatkan uang kompensasi akan diberikan.
Tepatnya pada Desember 2025, kompensasi baru diberikan kepada 2.938 kepala keluarga (KK) yang terdampak dari tiga kecamatan, Rumpin, Parungpanjang dan Cigudeg. Dalam waktu dekat, sisa warga dari kacamatan tersebut akan menerima kompensasi.
"Yang 2.938 KK mereka sudah, sisanya 15 ribu belum. Jadi kami akan fokus dulu, tuntaskan yang seharusnya Desember mendapat bantuan, yang 15 ribu KK itu. 15 ribu di kali Rp3 juta, total sekitar Rp45 miliar," ujar Ade, Rabu (14/1/2026).
Mengenai rencana Gubernur Dedi Mulyadi yang ingin memberikan kompensasi selama tiga bulan, Desember 2025, Januari-Februari 2026, Ade mengungkapkan, memang pemerintah provinsi memiliki harapan tersebut.
Hanya saja, saat ini fokus utama Pemprov melalui DPMD Jabar, adalah bagaimana caranya seluruh kepala keluarga yang terdampak penutupan tambang dapat menerima kompensasi dulu untuk satu bulan, lantaran masih ada 15.293 KK yang belum menerima.
Sementara, dua bulan sisa akan disiasati setelah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar menghitung posisi kas daerah saat ini.
"Jadi sekarang fokusnya satu bulan dulu yang 15 ribu itu," ucapnya.