Ilustrasi mudik lebaran 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Untuk daerah yang memiliki jalur mudik relatif terbatas seperti Kota Cirebon, Kota Bandung, dan Kota Bekasi, petugas posko akan dijadwalkan secara bergiliran dari Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan lain di wilayah tersebut.
Selain melibatkan jajaran internal Kemenag, program ini juga mendorong terbentuknya posko terpadu lintas instansi. Rencana tersebut telah dibahas melalui audiensi dengan Kepolisian Daerah Jawa Barat.
"Kami juga sudah beraudiensi dengan Kapolda. Mudah-mudahan nanti ada posko bersama antara Kementerian Agama, kepolisian, Dishub, dan seluruh stakeholder yang hadir di sini," katanya.
Ohan menuturkan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya jumlah masjid yang dilibatkan bahkan mencapai lebih dari seribu masjid hingga tingkat kecamatan.
Namun pada 2026 ini Kemenag memilih memprioritaskan masjid yang berada di tepi jalur utama dengan halaman luas, sehingga lebih mampu menampung pemudik yang membutuhkan tempat singgah.
Selain fasilitas ibadah dan istirahat, beberapa masjid juga menghadirkan layanan tambahan melalui kolaborasi dengan pihak swasta.
"Tahun kemarin juga ada yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan otomotif, jadi ada jasa ganti oli gratis untuk para pemudik," ujarnya.