Perang Iran-Israel (Dok. Fortune.com)
Keputusan untuk melakukan evakuasi terhadap WNI di Iran disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pada Selasa (3/3/2026). Ketika itu ia menyebut proses evakuasi dilakukan lewat jalur darat dari Iran lantaran jalur udara masih ditutup.
Sementara, proses evakuasi sudah dimulai pada Jumat kemarin dan menempuh perjalanan selama sepuluh jam menuju ke Azerbaijan. Para WNI itu akhirnya bersedia dievakuasi usai situasi di Timur Tengah memanas sejak Sabtu (28/2/2026). Militer Israel dan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke Tehran.
Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah mengatakan, sejauh ini di Iran ada 329 WNI. Mayoritas tinggal di Kota Qom dan berstatus pelajar atau mahasiswa. Tetapi, angka itu akan terus diperbarui.
"Terkait dengan WNI di Iran, seperti yang sudah sering disampaikan, ada 329 orang yang sebagian besar berada di Kota Qom. Sebagian besar merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar di sana," ujar Heni ketika memberikan keterangan pers di kantor Kemlu, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki oleh Kemlu, sejauh ini ada 519.042 yang tersebar di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Mayoritas WNI di Iran berstatus pelajar.
"Di Iran mayoritas pelajar, tetapi di negara-negara Timur Tengah lainnya mungkin akan terlihat lebih banyak pekerja migran Indonesia," ujar Heni.