Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Pemuda di Sukabumi Dibacok OTK Usai Nobar Laga Persib Vs Persija
Korban pembacokan di Sukabumi usai nobar Persib vs Persija di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
  • Tiga bobotoh Persib asal Sukabumi menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal usai nonton bareng laga Persib vs Persija di dua lokasi Kecamatan Cibadak.
  • Salah satu korban bernama Mahfudin awalnya mencoba melerai keributan, namun justru ikut diserang dan mengalami luka di bagian kepala akibat pengeroyokan.
  • Hingga kini polisi belum mengumumkan identitas pelaku maupun hasil penyelidikan, sementara pihak suporter berharap kasus segera diusut agar insiden serupa tak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Euforia nonton bareng laga panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Sukabumi berujung mencekam. Tiga bobotoh dilaporkan menjadi korban dugaan penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) saat perjalanan pulang usai nobar, Minggu (10/5/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Satu korban diketahui merupakan anggota Bomber, sementara dua lainnya berasal dari kelompok Viking.

1. Korban diduga dicegat saat pulang nobar

Ilustrasi nobar sepakbola (unsplash.com/@lucianooliveira)

Ketua Mabes Bomber Sukabumi Barat, Ade Abo, mengatakan insiden terjadi ketika para bobotoh pulang ke rumah masing-masing setelah kegiatan nobar selesai digelar.

“Untuk kronologi sepulang nobar, pas beres nobar pada pulang ke rumah ada yang nyegat di Jalan Karangtengah Cibadak,” kata Ade, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, satu anggota Bomber diduga diserang di wilayah Karangtengah. Sementara dua korban lainnya yang merupakan anggota Viking mengalami penyerangan di kawasan Bantar Muncang.

Menurut Ade, para korban bukan sedang melakukan konvoi, melainkan hanya dalam perjalanan pulang setelah nobar.

Ade menduga pelaku merupakan suporter lawan dari Persija Jakarta. Namun hingga kini identitas maupun jumlah pasti pelaku belum diketahui.

“Kurang lebih kayaknya banyakan di nyegatnya,” ujarnya.

Ia berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Jangan ada hal-hal yang nyegat-nyegat lagi aja, pengen damai, mungkin yang tersangka cepat ditangkap aja,” tuturnya.

2. Korban sempat mencoba melerai

Ilustrasi pengeroyokan (Meta AI/Rochmanudin)

Salah satu korban, Mahfudin, mengaku masih mengingat situasi saat insiden terjadi. Awalnya ia hanya berniat mengawal teman-temannya pulang usai nobar di kawasan PCNU.

Rombongan kemudian berpencar menuju arah rumah masing-masing. Mahfudin yang hendak pulang ke Ciheulangtonggoh sempat mengikuti rekannya ke arah Cicurug dan Cibadak. Namun saat melintas di sekitar rel kereta Karangtengah, suasana mulai berubah tegang.

“Nggak menghiraukan dia teriak-teriak,” kata Mahfudin.

Ia mengaku sempat tetap melaju, tetapi situasi mendadak ricuh ketika beberapa orang berlari dan terlibat keributan. Saat menoleh ke belakang, ia melihat saudara dan temannya dipukuli.

Mahfudin lalu turun dari kendaraan dengan maksud melerai. Namun nahas, ia justru ikut menjadi sasaran pengeroyokan.

“Ya awalnya sih mau melerai tapi malah saya yang kena,” ujarnya.

Dalam kondisi gelap dan panik, Mahfudin mengaku tidak mengetahui benda apa yang mengenai kepalanya. Ia hanya merasakan sakit dan darah mulai mengucur.

Keributan berlangsung singkat sebelum teman dan saudaranya membawa Mahfudin meninggalkan lokasi. "‘Udah pulang aja, ini berdarah,’ kata saudara saya,” tuturnya.

3. Korban alami luka di kepala

Ilustrasi pengeroyokan. (IDN Times/Aditya Pratama)

Akibat kejadian tersebut, Mahfudin mengalami luka di bagian kepala dan hingga kini masih merasakan nyeri.

“Kalau luka sih dari kepala semua. Ya cuma agak sedikit sakit,” katanya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

Editorial Team