Bandung, IDN Times - Tiga mahasiswa tingkat akhir dari jurusan kriya ATC Widyatama yaitu Muhammad Naufal Fadhil, Audriane Sheyla Firdaus, dan Bayu Anggara Putra, memamerkan karya terbaik mereka dalam sebuah pameran yang menjadi bagian dari evaluasi akademik. Pameran ini bukan sekadar ajang unjuk kreativitas, tetapi juga langkah awal menuju dunia kerja dan kemandirian finansial.
Koordinator LPK Kriya ATC Widyatama, Anunsiata Srisabda, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari agenda rutin tahunan yang dikenal sebagai “pameran salur”. Ini merupakan hasil integrasi dari beberapa mata kuliah yang ditempuh mahasiswa, seperti perancangan foto studio, tata kelompok kamera, studio kriya, hingga prakerja praktik.
“Salur itu artinya satu alur, karena ini gabungan dari beberapa mata kuliah. Jadi karya yang dipamerkan adalah hasil evaluasi dari proses pembelajaran tersebut,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam mata kuliah studio kriya, mahasiswa diberi kebebasan untuk memproduksi karya sesuai minat dan bakat mereka. Jurusan kriya sendiri memiliki dua spesifikasi utama, yakni tekstil dan elemen interior sebagai penunjang estetika.
Mahasiswa juga lebih banyak didorong untuk menggunakan teknik manual dalam berkarya. Hal ini bukan tanpa alasan.
“Pekerjaan manual yang berulang itu melatih fokus mereka. Ini sangat cocok untuk siswa di sini, karena mereka bisa lebih konsisten dalam mengerjakan sesuatu,” kata Anunsiata.
