Bandung, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyoroti potensi lonjakan sampah baru dari operasional 200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bandung. Dari perhitungan DLH, ratusan dapur penyedia makanan bergizi gratis (MBG) itu diperkirakan menyumbang tambahan sampah organik hingga 50-60 ton per hari.
Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, sejauh ini sebagian besar sampah dari SPPG masih dibuang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), karena pengolahan mandiri di tingkat dapur belum berjalan efektif.
“Kalau 200 SPPG, rata-rata sehari total 50–60 ton. Jadi setiap SPPG itu menghasilkan antara 20–30 kilogram per hari,” kata Darto.
Menurutnya, tambahan sampah dari program ini cukup signifikan karena mayoritas berupa sampah organik dari sisa bahan pangan dan makanan. Kondisi ini membuat beban pengelolaan sampah Kota Bandung makin bertambah jika tidak segera ditangani dari sumbernya.
