Seorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus corona. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Sementara itu Camat Cibiru Didin Dikaryuana mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan yayasan Krida Nusantara. Saat ini sekolah yang ada di sana sudah dihentikan lebih dulu.
Menurut Didin, dari informasi yang diterimanya, penyebaran COVID-19 di Krida Nusantara berawal dari satu siswa yang mengalami batuk. Pihak sekolah kemudian melakukan pengetesan kepada yang bersangkutan, dan hasilnya positif terpapar COVID-19.
"Lalu dilakukan pelacakan dan pengetesan kepada siswa yang satu kamar dan satu kelas. Dari 36 yang dites ada 6 siswa yang positif," papar Didin.
Dari hasil tersebut, pihak yayasan kemudian melakukan pengetesan secara massal kepada 316 siswa dan 70 tenaga pendidik. Dari pengetesan ini barulah didapat ada 16 siswa yang positif COVID-19.
"Untuk gurunya tidak ada," ungkap Didin.
Dia pun memastikan protokol kesehatan di Krida Nusantara sangat ketat. Di mana ketika ada yang masuk ke sekolah tersebut harus melakukan tes swab.