Santri Bina Insan Mulia Cirebon
Universitas Al-Qarawiyyin adalah kampus yang didirikan oleh seorang Muslimah bernama Fatima al-Fihri, perempuan asal Tunisia yang pindah ke Fes, Maroko. Ini adalah kampus tertua di dunia dengan usia 1.164 tahun.
Fatima adalah putri seorang pedagang kaya bernama Mohammed Bnou Abdullah. Setelah pindah, Fatima dan sang kakak, Mariam, kemudian mendirikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus belajar pada tahun 859 M.
Setelah ayah mereka meninggal, uang warisannya kemudian digunakan untuk komunitas guna membangun Masjid Al-Qarawiyyin. Awalnya, masjid tersebut hanya berukuran 30 meter, tetapi kemudian berkembang hingga mampu memuat 20.000 jamaah. Masjid tersebut lantas menjadi universitas yang banyak menyelenggarakan simposium dan debat.
Setelah menjadi kampus, Al-Qarawiyyin memperkenalkan sistem pemberian gelar sesuai dengan tingkat studi yang berbeda di berbagai bidang, seperti studi agama, bahasa, dan sastra. Ide Fatima Al-Fihri adalah menciptakan ruang sosial yang memungkinkan pertukaran intelektual untuk pembelajaran dan pengajaran yang progresif.
Negara-negara Eropa dengan cepat melihat potensi besar di balik konsep pembelajaran ini dan segera mendirikan institusi mereka sendiri. Di antara yang paling terkenal adalah University of Bologna dan University of Oxford.
Sejak tahun 1947, Universitas Al-Qarawiyyin direorganisasi menjadi universitas modern dan terus berkembang hingga kini dengan tiga kampus, yaitu Universitas Al-Qarawiyyin di Fes, Universitas Al-Qarawiyyin Darul Hadis Al-Hasaniyah di Rabat, dan Universitas Al-Qarawiyyin Madrastul Ulum Al-Islamiyah di Casablanca. Alumnus Universitas Al-Qarawiyyin di Indonesia salah satunya adalah Prof. Dr. Ustadz Abdush Shomad, MA.
Sepanjang sejarah, Universitas Al-Qarawiyyin telah menjadi tempat para sarjana terkenal, termasuk kartografer abad ke-12 Mohammed Al-Idrisi yang petanya membantu penjelajahan Eropa selama masa Renaisans.
Alumni lain yang juga sangat terkenal adalah Filsuf Muslim abad ke-12, Ibn Rusyd. Bahkan Paus Sylvester II diyakini banyak ilmuan sebagai orang yang memperkenalkan angka Arab ke Eropa setelah belajar pada abad ke-10.