Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20251119-WA0020.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • 10 BUMN memiliki utang di Bank bjb yang belum dibayarkan, total mencapai Rp3,6 triliun.

  • Beban utang BUMN menjadi beban berat bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

  • Dedi Mulyadi menyoroti kontribusi BUMN terhadap daerah dan lingkungan, namun juga menyebutkan daftar BUMN dengan utang belum terbayarkan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih meninggalkan banyak utang di Bank bjb. Berdasarkan data yang dimiliki Gubernur Dedi Mulyadi, ada sebanyak sepuluh perusahaan negara yang meminjam di Bank bjb dengan status belum terbayarkan.

Dedi mengatakan, kondisi ini menjadi beban bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, ada beberapa BUMN yang menurutnya turut berkontribusi terhadap daerah seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan juga Perhutani.

"Kalau BUMN saya yang menurut saya berkontribusi secara konservasi adalah PTPN dan Perhutani. Tetapi kalau dari sisi finansial itu menjadi beban, karena sekarang menanam teh pun dibiayai oleh pemerintah provinsi," ujar Dedi dalam kegiatan Round Table discuccion Nagara Institute Featuring Akbar Faizal Uncensored di Bandung, Kamis (22/1/2026).

1. Ada dua BUMN berkontribusi untuk Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Kedua BUMN, yakni PTPN dan Perhutani, menurut Dedi cukup memiliki kontribusi dalam hal konservasi lingkungan yang mana dalam beberapa waktu kemarin banyak peristiwa longsor karena alih fungsi lahan dan kini mulai dihijaukan kembali dengan tanaman sesuai habitatnya.

"Daripada area perkebunan teh itu kosong kemudian jadi longsor atau disewakan pada pihak lain untuk itu kepentingan bukan peruntukan perkebunan, kan lebih baik provinsi mengambil alih untuk menanami teh dan rakyatnya digaji oleh provinsi," kata Dedi.

"Kepentingan kani konservasi, karena bagi saya kepentingan konservasi itu melahirkan ekonomi. Kalau orang ke Jawa Barat tanpa teh, Jawa Barat tanpa karet, Jawa Barat tanpa Perhutani, maka satu Jawa Barat tidak akan pernah ada akibat bencana luar biasa," jelasnya.

2. Kebanyakan BUMN malah berutang di Bank bjb

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Humas/Pemprov Jabar)

Di sisi lain, Dedi mengungkapkan banyak juga BUMN yang kini masih memiliki utang di Bank bjb, dan dipastikan sampai saat ini masih belum dibayarkan. Kondisi ini menurutnya menjadi beban yang cukup berat untuk Pemprov Jabar.

"Kalau yang jadi beban bagi Jawa Barat itu yang BUMN pinjam duit belum bayar. Ada saya sebutin. Itu beban, sebenarnya sudah enggak ada duit Pemprov Jabar untuk dipinjam," ucapnya.

3. Berikut daftar BUMN yang berutang di Bank bjb

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi pun membeberkan daftar BUMN yang memiliki utang di Bank bjb dan belum dibayarkan, seperti PT. Barata Indonesia utang sampai Rp89 miliar lebih. Ada pula PT. Perikanan Indonesia Rp96 miliar lebih, hingga PT. Phapros Rp98 miliar lebih.

Kemudian, PT. Rajawali Nusindo Rp403 miliar lebih; PT. Kimia Farma Rp950 miliar lebih; PT. Waskita Rp91 miliar lebih; PT. Waskita Karya Rp91 miliar lebih; PT. Wijaya Karya Rp278 miliar lebih; PT Wijaya Karya Rp511 miliar lebih; dan PT PP Semarang Demak Rp239 miliar lebih.

"Totalnya Rp3,6 triliun. Ini beban, karena orang daerah itu harusnya dibantu, bukan dipinjami. Sudah pinjam, gak bayar lagi. Sekarang mereka tinggal bayar bunganya saja, minta restrukturisasi. Jadi kalau ngomong beban, ya ini beban," kata Dedi.

Editorial Team