Banjir bandang melanda sebagian Desa Palir, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya mengatakan, bencana besar tersebut membuat semua aktivitas masyarakat terganggu.
"Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk membantu evakuasi warga serta mendistribusikan bantuan logistik," kata Deni di Kabupaten Cirebon, Selasa (21/1/2025).
Warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Cirebon,menuntut pemerintah segera bertindak dan bertanggung jawab atas kerusakan akibat bencana tersebut.
Warga menilai, lambatnya penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang dinilai menjadi indikasi kurangnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi bencana.
Salah satu warga terdampak, Edi (55 tahun) mengungkapkan kesedihannya setelah rumah serta warung bakso miliknya rusak tersapu banjir bandang.
"Barang-barang habis, bahkan surat-surat penting ikut hanyut. Kami tidak tahu harus memulai dari mana,” kata Edi warga Desa Palir Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Senin (20/1/2025).
Hal serupa disampaikan oleh Slamet Riyadi (52), seorang petani yang sawahnya hancur akibat terjangan banjir. Slamet mengatakan, tidak hanya kehilangan hasil tanam yang seharusnya dipanen pekan depan, ia juga kehilangan seluruh modal yang telah diinvestasikan.
Warga menilai, pemerintah setempat kurang sigap dalam menangani dampak bencana ini. Hingga kini, warga terdampak masih melakukan proses pembersihan rumah dari lumpur dan mencari harta yang hilang terseret air.