1.249 Petani Millennial di Jabar Siap Gerakan Perekonomian Daerah 

Yuk jangan takut untuk jadi petani muda

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi telah mewisudakan 1.249 petani muda angkatan I dalam program Petani Milenial. Mereka yang diwisuda telah mengikuti serangkaian kegiatan sejak 20 Maret 20221.

Emil tak memungkiri, selama perjalanan satu tahun ini banyak terjadi dinamika, hingga menyebabkan sebagian petani milenial tidak cukup berhasil. Seperti adanya kendala akses ke perbankan karena tak memenuhi persyaratan, salah komoditas, hingga gagal panen.

"Namun sebanyak 1.249 petani milenial inilah yang membuktikan konsistensinya dan pantang menyerah," ujarnya bertemu dengan para petani muda secara luring dan daring di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), dikutip dari siaran pers, Jumat (25/3/2022).

1. Beragam kesulitan didapat para petani millennial

1.249 Petani Millennial di Jabar Siap Gerakan Perekonomian Daerah Ilustrasi petani milenial. (Dok. Kementan)

Menurutnya, dalam perjalanan para petani ini memang tidak semua berasil. Persoalan akses perbankan yang tidak memadai, salah mengolah komoditas, hingga gagal panen jadi masalah yang mereka hadapi.

Namun, yang ada sekarang adalah mereka yang bisa menghadapi persoalan itu semua. Hingga akhirnya para petani berhasil membangun usahanya.

"Peserta yang mengikuti wisuda ini adalah peserta Program yang memiliki pendapatan minimal setara upah minimum kabupaten/kota di lokasi usaha," ujarnya.

Berbagai macam latar belakang peserta yang ikut dalam program ini hingga inaugurasi, mulai dari mereka yang berlatar belakang keluarga petani, juga ada sarjana non-pertanian seperti psikologi, sastra, mahasiswa, dosen,  seniman, maupun ibu rumah tangga.

Peserta yang diwisuda sebagian besar peserta laki-laki 88 persen, sedangkan peserta perempuan 12 persen. Dari kategori umur, untuk usia 19-24 tahun 19 persen, usia 25-29 tahun 26 persen, dan paling banyak peserta di usia 30-39 tahun yang mencapai 55 persen.

2. Tidak mudah untuk jadi petani muda

1.249 Petani Millennial di Jabar Siap Gerakan Perekonomian Daerah Petani Cabai. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Mantan Wali Kota Bandung ini mengatakan bahwa petani millennial bukan program karpet merah yang secara instan bisa langsung menghasilkan keuntungan tanpa rintangan. Program ini diibaratkan pendakian gunung yang harus selalu didampingi pemerintah lewat pelatihan, anggaran, lahan, teknologi sampai pemasaran.

"Saya bilang program ini bukan program karpet merah yang bisa langsung sukses, melainkan program mendaki gunung yang didampingi pemerintah melalui pelatihan, anggaran, lahan, peralatan, dan pemasaran," jelasnya.

Kendati demikian, Emil optimistis di tahun-tahun berikutnya jumlah petani milenial yang berhasil dan diwisuda akan semakin bertambah. Tentunya dengan diiringi evaluasi di sektor yang kurang.

"Jadi ada keberhasilan ada juga kekurangsempurnaan yang terus kita perbaiki. Tapi saya optimistis, boleh dicek dengan provinsi lain yang paling produktif melahirkan anak muda kembali bertani di desa adalah Jabar," tuturnya.

3. Sudah saatnya para petani tua digantikan perannya

1.249 Petani Millennial di Jabar Siap Gerakan Perekonomian Daerah Petani panen cabai rawit lahan pasir, Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden, Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Ia pun meyakini, dengan konsistensi Program Petani Milenial, ke depan usia petani di Jabar bisa digantikan oleh generasi muda di bawah usia 40 tahun. Saat ini 70 persen petani di Jabar rata-rata berusia 70 tahun.

"Dengan konsistensi maka usia petani yang saat ini 70 persennya sudah lansia bisa digantikan oleh generasi baru yang dibawah 40 tahun," katanya.

Regenerasi petani pun kini sudah terlihat dari penggunaan teknologi pengolahan pertanian hingga pemasaran yang tak ditemui pada petani lansia.

"Saat ini terlihat petani muda sudah mulai pakai teknologi, menyiram tanaman menggunakan handphone, penjualan dengan e-commerce, ini tidak terjadi di generasi orang tuanya," kata dia.

Penguasaan teknologi pertanian ini menjadi bukti bergesernya kesejahteraan yang didominasi perkotaan ke perdesaan.

"Saya optimistis, Program Petani Milenial dipadukan dengan desa digital, kesejahteraan akan bergeser tak hanya didominasi oleh pekerjaan di kota, melainkan juga di desa asal menguasai teknologi," ujarnya.

4. Segera buka program Petani Milenial angkatan II

1.249 Petani Millennial di Jabar Siap Gerakan Perekonomian Daerah Dok. Humas Jabar

Untuk Program Petani Milenial Angkatan II Pemda Provinsi Jabar kembali membuka pendaftaran yang akan berkolaborasi dengan pemda kabupaten/kota. Pemda Kabupaten Bogor sudah menyiapkan lahan untuk digarap petani milenial di Angkatan II ini.

"Kita akan buka pendaftaran lagi tentu kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Contohnya Pemkab Bogor sudah menyiapkan lahan yang disumbangkan untuk generasi muda dengan konsep petani milenial," ujar Emil.

Topik:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya