3.337 Orang Ikuti Rapid Test Kota Bandung, Belasan Dinyantakan Positif

Bandung, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Bandung menyatakan telah melakukan rapid test virus corona (COVID-19) kepada 3.337 orang. Hasil dari tes tersebut menyatakan ada belasan orang positif COVID-19.
"Rapid test sudah dilakukan kepada sekitar 3.337 orang dan positif di awal cuma tujuh, kemudian tiga atau berapa gitu," ujar Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita, Selasa (14/4).
1. Kekurangan alat rapid test telah disampaikan ke Pemprov Jabar
Rita mengatakan, meskipun sudah melakukan ribuan rapid test, Namun, Pemkot Bandung mengaku masih kekurangan alat untuk melakukan tes cepat tersebut. Menurutnya, hal itu sudah dikoordinasikan dengan pihak Pemprov Jabar untuk menambah alat rapid test.
"Kita masih kurang rapid test dan sudah sampaikan ke provinsi (Jabar) dan kita dahulukan tes untuk ODP dulu. Ini sedang berjalan," ungkapnya.
2. Orang dengan positif dari rapid test diminta ikuti tahap selanjutnya
Setelah melakukan rapid test dan dinyatakan positif, Rita menjelaskan, Pemkot Bandung akan meminta pasien positif tersebut untuk kemudian menjalani tes swab dan PCR untuk mengetahui lebih memastikan seseorang tersebut apakah benar-benar positif.
"Setelah dinyatakan positif dari rapid test maka orang tersebut akan diminta mengikuti beberapa test lain, termasuk PCR," katanya.
3. Angka naik karena hasil test cepat keluar

Rita menambahkan, kenaikan angka positif dari data yang dipublikasikan melalui pusat informasi COVID-19 Kota Bandung, berdasarkan hasil beberapa tes yang dilakukan Pemkot Bandung. Sehingga, angkanya bisa saja langsung naik drastis.
"Data kenaikan dikarenakan dalam satu hari langsung muncul hasilnya dan lonjakannya tinggi, jadi bukan penambahan itu," jelasnya.
4. Berharap PSBB menjadi jalan terbaik pencegahan corona di Kota Bandung
Kemudian, Wali Kota Bandung, Oded M Danial berharap, dengan lonjakan jumlah kasus jumlah positif di Kota Bandung yang cenderung meningkat. Ia mengatakan, langkah PSBB nantinya jika disetujui pemerintah, pencegahan akan lebih maksimal.
"Jika PSBB sudah dilakukan, diharapkan pencegahan akan lebih masif lagi, karena PSBB punya kekuatan hukum bisa melaksanakan, mengajak masyarakat," kata dia.