Comscore Tracker

Waspada, Kelompok Anarko Sindikalis Libatkan Kalangan Pelajar

Polisi tetapkan dua tersangka dari kelompok itu

Jakarta, IDN Times - Kelompok Anarko Sindikalis yang melakukan tindakan kerusuhan di beberapa kota di Indonesia pada Hari Buruh Sedunia atau May Day, Rabu(1/5) lalu, terus diidentifikasi oleh pihak kepolisian. Termasuk peristiwa yang terjadi di Kota Bandung dengan melibatkan sedikitnya 600 pelajar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas ) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, mengungkapkan bahwa kelompok Anarko Sindikalis itu melibatkan beberapa kalangan pelajar.

"Rata-rata tataran paling tinggi kuliah, ada SMA, bahkan ada yang SMP," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

1. Para pelaku akan diberikan pembinaan

Waspada, Kelompok Anarko Sindikalis Libatkan Kalangan PelajarKaropenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Menurut Dedi, kelompok yang memiliki usia masih muda memang sangat mudah dipengaruhi oleh doktrin-doktrin dari seseorang atau pun sebuah kelompok. Atas hal itu, polisi, kata Dedi, telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah serta orang tua agar para pelaku yang terlibat mendapatkan pembinaan.

"Polda Jabar dan Polrestabes Bandung memanggil seluruh orang tua dan sekolah untuk pembinaan. Kemudian yang dewasa sudah dilakukan identifikasi tentang keterlibatan mereka dalam suatu peristiwa pidana," kata Dedi.

Baca Juga: KSPSI Minta Polisi Usut Kelompok Anarko

2. Polisi tetapkan dua tersangka dari kelompok itu

Waspada, Kelompok Anarko Sindikalis Libatkan Kalangan PelajarIDN Times/Debbie Sutrisno

Berdasarkan hasil identifikasi polisi, tercatat sekitar 619 orang yang diamankan pada tanggal 1 Mei 2019 akibat melakukan tindak kerusuhan di Bandung pada saat Hari Buruh tersebut. "Sebanyak 326 orang dewasa dan 293 orang lainnya masih di bawah umur," sambung Dedi.

Selain itu, polisi juga telah menetapkan dua tersangka atas kasus kerusuhan saat May Day di Bandung. Aksi kedua tersangka tersebut kata Dedi telah mengakibatkan kerugiaan sekitar Rp3,5 juta. Keduanya pun dijerat dengan pasal 170 KUHP.

3. Kelompok Anarko Sindikalis berkoordinasi melalui grup WhatsApp

Waspada, Kelompok Anarko Sindikalis Libatkan Kalangan PelajarKaro Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo (Axel Jo Harianja/IDN Times)

Dedi menuturkan, kelompok tersebut berkoordinasi secara terstruktur dan masif di sejumlah daerah melalui grup WhatsApp untuk melakukan aksi perusakan dan vandalisme saat peringatan Hari Buruh. Mereka berkoodinasi untuk menentukan seragam, titik kumpul, dan barang yang perlu dibawa.

"Mereka (kelompok Anarko Sindikalis) komunikasinya ini via WhatsApp grup. Itu nanti akan kita dalami jejaringnya dan bagaimana organisasinya," tutur Dedi.

"Mereka diminta kumpul di titik satu, dua, tiga, empat. Baju yang dikenakan warna gelap dan celana warna tertentu. Bawa minuman keras, ruyung, pilox (cat semprot), sasarannya untuk coret-menyoret dan membuat simbol di beberapa area publik," terangnya.

Meski begitu, aksi perusakan dan vandalisme oleh kelompok Anarko Sindikalis pada saat Hari Buruh kata Dedi baru muncul tahun ini. "Pada Hari Buruh 2018 kemarin belum ada upaya-upaya yang sifatnya memprovokasi, memancing keonaran, vandalisme secara masif dan perusakan fasilitas umum," katanya.

"Mereka memanfaatkan May Day, ini yang akan terprovokasi, mengikuti konsep pemikiran mereka kembali kepada kebebasan, mengatur semuanya, anti-kapitalisme," sambung Dedi. 

4. Polri gaet Kemenkumham dan BIN untuk identifikasi kelompok anarko

Waspada, Kelompok Anarko Sindikalis Libatkan Kalangan Pelajarpolri.go.id

Tak hanya itu, Polri juga bakal bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Kerja sama itu dilakukan untuk mengindentifikasi kelompok Anarko Sindikalis di Indonesia.

"Karena ini merupakan suatu kelompok atau organisasi, nanti masalah legalnya dari Kemenkumham. Kemudian dari BIN juga nanti akan memberikan kontribusi kepada Polri," kata Dedi.

Dedi menambahkan, pihaknya perlu penyelidikan mendalam terkait tokoh dan anggota Anarko Sindikalis yang bekerja di beberapa daerah tersebut. Kelompok itu juga tersebar di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, Bandung, dan Makassar.

"Jadi semuanya butuh waktu, siapa yang menjadi tokohnya di tiap-tiap daerah, kemudian berapa keanggotaannya. Kita akan dalami juga keterkaitan jaringan yang ada di beberapa daerah," jelas Dedi. 

5. Doktrin Anarcho Syndicalism untuk menentang sistem yang berlaku

Waspada, Kelompok Anarko Sindikalis Libatkan Kalangan PelajarIDN Times/Galih Persiana

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi, Tito Karnavian, mengatakan bahwa kerusuhan pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia disebabkan oleh kelompok yang memiliki pemahaman Anarcho Syndicalism.

"Kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan buruh seluruh di Indonesia relatif aman, tapi ada satu kelompok yang namanya Anarcho Syndicalism dengan simbol A. Ini bukan kelompok fenomena lokal, tapi fenomena internasional," kata Tito di Mabes Polri, Kamis(2/5) kemarin.

Tito menjelaskan, Anarcho Syndicalism merupakan doktrin yang diberikan kepada buruh untuk menentang sistem yang berlaku. Dalam doktrin itu lanjut Tito, menyebutkan bahwa para pekerja tidak dapat diatur.

"Pekerja itu lepas dari aturan-aturan mereka menentukan sendiri makanya disebut Anarcho Syndicalism," jelas Tito.

Tito menambahkan, pemahaman Anarcho Syndicalism telah lama berkembang di berbagai negara baik di Rusia, Eropa, Amerika Selatan, dan Asia. Sedangkan di Indonesia, baru berkembang beberapa tahun terakhir ini.

"Kita lihat tahun tahun lalu di Jogja ada di Bandung. Sekarang juga ada di Surabaya, ada di Jakarta, dan melakukan aksi kekerasan vandalisme aksi coret-coret, ada yang merusak pagar jalan," ujarnya.

Lebih lanjut, Polri kata Tito akan melakukan tindakan secara tegas dan terukur atas kejadian tersebut. "Polri mengatasi hal itu kita pasti akan tegas, tapi kita minta pemetaan kelompoknya kemudian kita lakukan pembinaan pada mereka," ucapnya lagi.

Baca Juga: Muncul Kelompok Anarko saat Hari Buruh, Polisi Usut Aktor dan Motifnya

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya