TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Terungkap! Dua Bakteri yang Jadi Penyebab Keracunan Massal di Lembang 

Bakteri terdapat dalam dua jenis makanan

(Bangkit Rizki/IDN Times)

Bandung Barat, IDN Times - Penyebab keracunan massal puluhan warga di
Kampung Karamat RT 03/07, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat akhirnya terungkap. Ada bakteri Staphylococcus Aureus dan Escherichia Coli (E-coli) yang ditemukan dalam makanan.

Kedua bakteri itu ditemukan berdasarkan hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat terhadap sampel makanan yang dibagikan kepada para peserta acara syukuran pernikahan di Kampung Keramat. Bakteri itu terdapat dalam makanan ayam bumbu kecap dan ayam suwir.

"Hasil uji mikrobiologi dari Labkesda Jabar sudah keluar untuk kasus keracunan di Lembang. Di sana ditemukan sampel ayam bumbu kecap dan ayam suwir masing-masing positif bakteri Staphylococcus Aureus dan E-coli," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan KBB, Maisara Hanif saat dihubungi, Rabu (2/7/2024).

1. Ada 12 sampel yang diuji di Labkesda Jabar

Sebelumnya, sebanyak 68 warga Kampung Karamat RT 03/07, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, mengalami keracunan massal usai menghadiri acara syukuran pernikahan, pada 19 Juni 2024.

Dinas Kesehatan langsung bergerak melakukan penanganan terhadap korban dan melakukan investigasi penyebab keracunan dengan mengirimkan 12 sampel makanan serta dua sampel sumber air baku.

Maisara mengatakan, 12 sampel makanan tersebut merupakan hidangan dan bingkisan yang diberikan kepada para peserta undangan syukuran. Meliputi, sayur sop, tempe orek, kikil bumbu kuning, capcay, ayam suwir, ikan asin, sambel, ayam bumbu merah, ayam bumbu kecap, nasi putih dan lalapan. Selain itu, petugas membawa pula sampel muntahan korban serta air bersih yang dipakai memasak.

"Jadi yang positif hanya dua jenis sampel. Sedangkan yang lainnya negatif dari jenis bakteri pemicu keracunan," ucap Maisara.

2. Penjelasan soal bakteri yang buat keracunan massal

Menurutnya, Staphylococcus Aureus merupakan bakteri yang memiliki sifat resistensi terhadap panas. Bakteri jenis ini banyak ditemukan pada permukaan kulit, lubang hidung, serta bagian tenggorokan dalam tubuh manusia dan hewan.

Ketika bakteri sudah berpindah ke makanan, lanjut Maisara, proses kembang biaknya pesat dan akhirnya menyebabkan infeksi pencernaan. Gejala yang ditimbulkan jika mengalami infeksi ini adalah diare, nyeri, kram perut, hingga mual dan muntah.

"Jika makanan terkontaminasi, bakteri ini dapat berkembang biak di dalam makanan dan menghasilkan racun yang dapat membuat orang sakit," ujarnya.

Berita Terkini Lainnya