Comscore Tracker

Cegah Virus Corona, RI Keluarkan 'Travel Warning' ke Provinsi Hubei

Ada 243 WNI yang tersebar di Provinsi Hubei

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia melakukan pencegahan wabah Virus Corona yang telah menyebar ke 16 negara. Salah satu upaya penanggulangannya adalah dengan mengeluarkan larangan perjalanan "Travel Warning" ke Provinsi Hubei, Tiongkok. Hubei merupakan area di mana terdapat Kota Wuhan, episentrum munculnya virus corona. 

Konfirmasi mengenai larangan berkunjung ke Provinsi Hubei itu disampaikan oleh Plt juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah melalui pesan pendek ke IDN Times pada Selasa (28/1). 

"Betul, diberlakukan travel warning bagi WNI ke Provinsi Hubei," ujar Faiza. 

Namun, untuk kota lain yang tidak masuk area Hubei, Pemerintah Indonesia memberlakukan status 'travel advice'. Artinya, tidak dilarang berkunjung ke sana, namun WNI harus lebih berhati-hati. Ia menyarankan untuk memperbarui informasi mengenai status daerah di Negeri Tirai Bambu tersebut, agar mengunduh aplikasi Safe Travel. 

"Di sana informasinya terus diperbarui secara real time," tutur dia. 

Namun, untuk kesiapan melakukan evakuasi hingga saat ini belum ada perkembangan apapun. Sehingga, Faiza menjelaskan, pemerintah masih menyiapkan teknisnya, sehingga bila benar-benar teralisasi maka ratusan WNI bisa dievakuasi ke lokasi yang aman. 

Ia mengatakan sejauh ini belum ada WNI di yang bermukim di Provinsi Hubei, termasuk di Kota Wuhan yang terjangkit virus corona. Lalu, bagaimana dengan kondisi di Indonesia?

1. Jumlah pasien yang tewas akibat virus corona mencapai 106 orang

Cegah Virus Corona, RI Keluarkan 'Travel Warning' ke Provinsi HubeiAntisipasi terus dilakukan di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang untuk mencegah Virus Corona menyebar. IDN Times/ Alfi Ramadana

Data terbaru yang berhasil diperoleh dan dikutip oleh stasiun berita BBC edisi Selasa (28/1) yakni jumlah pasien yang tewas bertambah menjadi 106 orang. Di mana total kasus pasien yang positif terinfeksi bertambah menjadi 4.515. Angka ini meningkat dua kali lipat bila dibandingkan dengan sehari sebelumnya yakni 2.853 pasien yang positif terinfeksi. 

Apabila korban tewas sebagian besar berada di Provinsi Hubei, maka pada Senin kemarin, otoritas setempat untuk kali pertama mengakui ada seorang pasien berusia 50 tahun meninggal di ibukota Beijing. Untuk meminimalisasi penyebaran virus, otoritas setempat memutuskan untuk melakukan karantina terhadap Provinsi Hubei. 

Sementara, berdasarkan informasi dari Kemlu, ada 243 WNI yang berada di provinsi tersebut. Mereka tersebar di tujuh kota berbeda, selain di Wuhan. 

"Pemerintah Tiongkok melakukan karantina terhadap 15 kota di Provinsi Hubei. Saat ini kondisi WNI tersebut dalam keadaan baik, sehat, dan tidak ada yang terjangkit 2019nCov," tutur Faiza ketika memberikan keterangan pers di gedung Kemenlu kemarin. 

Untuk membantu agar kebutuhan logistik mereka tidak menipis, Faiza menjelaskan, KBRI Beijing sudah siap membantu. 

Baca Juga: Proses Evakuasi WNI dari Wuhan Tunggu Lampu Hijau Pemerintah Tiongkok

2. Kemenlu mengimbau WNI yang akan pergi ke luar negeri untuk unduh aplikasi Safe Travel

Cegah Virus Corona, RI Keluarkan 'Travel Warning' ke Provinsi Hubei(Tampilan aplikasi Safe Travel) Tangkapan layar aplikasi

Sementara, Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha turut mengingatkan ke semua warga Indonesia yang hendak bepergian ke luar negeri agar mengunduh aplikasi "Safe Travel". Aplikasi itu sudah tersedia di operating system iOS dan Android. 

Dengan mengunduh aplikasi itu, Judha menjelaskan, publik akan dapat terinformasikan bila area tersebut dilarang untuk dikunjungi. 

"Ada empat klasifikasi warna yang kami berikan yaitu hijau, oranye, kuning dan merah. Dalam kasus Tiongkok secara keseluruhan warnanya kuning. Sedangkan, Provinsi Hubei statusnya merah artinya dilarang untuk ke sana," tutur Judha ketika memberikan keterangan pers di tempat yang sama. 

Selain itu, ia turut mendorong agar WNI melakukan lapor diri ke perwakilan Indonesia di negara tersebut. Tujuannya, untuk memberikan informasi mengenai keberadaan dan bisa diambil tindakan lebih lanjut bila terjadi sesuatu di sana. 

3. Kemenkes sebut cara efektif cegah tertular virus corona dengan hidup sehat dan bersih

Cegah Virus Corona, RI Keluarkan 'Travel Warning' ke Provinsi HubeiWisatawan dari sebuah penerbangan Air China dari Beijing memakai masker pelindung saat mereka tiba di bandara Charles de Gaulle di Paris, Prancis, pada 26 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Benoit Tessier

Sementara, Achmad Yurianto, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes mengatakan publik tak perlu khawatir terhadap wabah virus corona. Achmad mendorong agar publik ikut melakukan gerakan hidup sehat dengan selalu mencuci tangan. Achmad juga mengimbau agar mengenakan masker. 

Salah satu contoh di mana warga Indonesia tak selalu hidup bersih yakni dalam observasi mereka, dalam waktu satu menit, rata-rata orang menyentuh mata, hidung, dan mulut rata-rata sebanyak dua kali. Hal itu dilakukan secara refleks dan tanpa sadar. Padahal, sebelum menyentuh area tersebut, maka harus dipastikan apakah tangan dalam kondisi bersih. 

"Kalau tangannya tercemar, maka sama saja memasukan sesuatu ke mulut dan hidung kita. Ini yang harus lebih ditekankan agar mempertahankan gaya hidup sehat," ujar Achmad. 

Kendati saat ini belum ada laporan soal warga yang terjangkit virus corona masuk ke Indonesia, namun bila hal itu terjadi, maka pemerintah siap merawat pasien tersebut. 

" Karena kapasitas yang kami siapkan dulu adalah untuk mengantisipasi SARS dan flu burung yang memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi," tutur pria yang berprofesi sebagai dokter itu. 

Tingkat kematian virus corona ini ada di level kurang dari 4 persen. Berbeda dengan virus corona untuk penyakit MERS yang mencapai 40 persen dan SARS mencapai 60 persen. 

4. Kemenhub menutup penerbangan langsung ke Wuhan

Cegah Virus Corona, RI Keluarkan 'Travel Warning' ke Provinsi Hubei(Nomor hotline untuk dihubungi soal virus corona) IDN Times/Arief Rahmat

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Senin kemarin mengumumkan menutup penerbangan langsung ke Kota Wuhan, ibukota di Provinsi Hubei. WNI masih bisa mengunjungi kota-kota lain di Tiongkok. 

"Jadi, yang kami tutup adalah penerbangan yang dari Wuhan saja, sementara kota lainnya di Tiongkok belum ada larangan. Pertimbangannya, belum ada pernyataan berbahaya dari WHO," kata Budi. 

Keputusan serupa juag disampaikan oleh Menteri Pariwisata Wisnutama Kusbandio. Ia melarang turis dari Kota Wuhan masuk ke Indonesia. Namun, larangan sementara itu bersifat tidak perlu, lantaran kota tersebut tengah dikarantina. Tidak boleh ada warga di kota tersebut yang keluar. Alat transportasi publik pun juga berhenti beroperasi. 

Baca Juga: Wajib Tahu, Begini Cara dan Tahap Penularan Virus Corona pada Manusia

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya