Comscore Tracker

Usai Kembali dari Indonesia, 42 Warga Muslim Thailand Positif COVID-19

Mereka mengikuti acara keagamaan di Indonesia

Bangkok, IDN Times - Sebanyak 42 warga Thailand beragama muslim dikabarkan terinfeksi virus corona atau COVID-19 setelah kembali dari sebuah acara keagamaan di Indonesia. Informasi adanya satu klaster COVID-19 baru itu diumumkan Pemerintah Thailand pada Rabu (8/4).

Khaosod English mengutip pernyataan pemerintah bahwa seluruhnya adalah laki-laki Muslim asal Thailand bagian selatan yang melanggar larangan bepergian dan tetap berangkat ke Indonesia. Klaster tersebut merupakan bagian dari 111 kasus virus corona baru yang dilaporkan oleh pemerintah kemarin.

1. Media lokal berspekulasi mereka tertular saat berada di Sulawesi Selatan

Usai Kembali dari Indonesia, 42 Warga Muslim Thailand Positif COVID-19Seorang pria memakai masker saat berjalan melewati grafiti di tengah meluasnya penularan virus corona di Bangkok, Thailand, pada 26 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva

"Kami sudah mengeluarkan pernyataan bahwa pertemuan itu harus dihentikan karena bisa menyebarkan virus," kata Wisut Binlateh, Kepala Kantor Sheikhul Islam di Thailand bagian selatan. "Para pemimpin kelompok-kelompok ini biasanya setuju, tapi ada orang-orang yang lebih taat mungkin tak bisa menerima jika tak boleh berangkat."

Kelompok Muslim Thailand yang berangkat ke Indonesia terdiri dari 76 orang. Pemerintah tidak mengungkap acara keagamaan itu diselenggarakan di mana dan untuk berapa lama. Akan tetapi, media lokal berspekulasi acara itu adalah Ijtima Jamaah Tablig se-Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang rencananya digelar 19-22 Maret 2020.

Acara itu sendiri akhirnya dibatalkan, tapi salah satu panitia mengatakan ada kurang lebih 10.000 orang dari sejumlah negara yang terlanjur berada di sana. Pada Senin (6/4), 42 orang berangkat dari Jakarta ke Bandara Internasional Hat Yai dengan menggunakan pesawat Lion Air. Sedangkan 24 sisanya dilarang keluar Indonesia dan masih tinggal di sebuah hotel.

Baca Juga: Raja Thailand Disebut Isolasi Diri di Hotel Mewah Bersama 20 Perempuan

2. Mereka dan para kru penerbangan langsung dikarantina

Usai Kembali dari Indonesia, 42 Warga Muslim Thailand Positif COVID-19Penumpang di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok saat terjadi penyebaran virus corona, Thailand, pada 6 April 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva

Pemerintah menginformasikan 42 orang itu telah dikarantina di sejumlah lokasi berbeda. Sedangkan 35 kru Lion Air berada di sebuah hotel di Songkhla meski belum menunjukkan gejala tertular COVID-19 sejauh ini. Laporan pemerintah menyebut dari seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 111 orang, sebanyak 80 persen dinyatakan positif virus corona.

Sebelumnya, ada 10 kasus COVID-19 di Thailand yang dikaitkan dengan acara tabligh akbar di Malaysia yang dihadiri oleh sekitar 16.000 Muslim dari berbagai negara pada Februari lalu. Ratusan di antara peserta yang hadir adalah WNI. Para peserta acara mengaku lebih takut kepada Tuhan dibandingkan virus.

"Tidak ada di antara kami yang takut pada [virus] corona," kata Roni Arif, salah satu yang menghadiri Ijtima Jamaah Tablig se-Asia, kepada The New York Times. "Kami takut pada Tuhan. Semua penyakit dan kesehatan datangnya dari Tuhan. Apa pun yang terjadi adalah kehendak Tuhan," tambahnya.

3. Pemerintah Thailand mengantisipasi kembalinya warga dari luar negeri

Usai Kembali dari Indonesia, 42 Warga Muslim Thailand Positif COVID-19Biksu Budha menggunakan pelindung wajah dan masker untuk melindungi diri dari virus corona saat mengumpulkan derma di Bangkok, Thailand, pada 31 Maret 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Chalinee Thirasupa

Pemerintah pun menyelidiki 21 kasus COVID-19 lain yang berhubungan dengan pasien-pasien sebelumnya. "Kasus-kasus dan kematian baru ini berkaitan dengan warga asing dan orang-orang yang datang dari negara-negara lain, membuat kasus lokal meningkat lagi," kata Dr Taweesin Visanuyothin selaku juru bicara pusat COVID-19 Thailand kepada The Bangkok Post.

"42 orang yang baru kembali dari Indonesia itu berasal dari satu kelompok dan dites pada Selasa," tegas Dr Taweesin. "Lebih banyak warga Thailand yang akan pulang dari luar negeri dan kami harus memonitor mereka secara dekat," tambahnya. Adanya klaster ini membuat pemerintah mengingatkan warga untuk tetap tinggal di rumah.

Hingga kemarin, total kasus COVID-19 di Thailand mencapai 2.369. Sedangkan angka kematian sampai 30 orang, termasuk warga asing. 

Baca Juga: Dulu Surga Wisata, Kini Phuket Jadi Hotspot COVID-19 di Thailand

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya