5 Fakta Tentang Hujan Es dan Banjir di Makkah

Ternyata hujan yang terjadi hanya sesaat.

Jakarta, IDN Times - Indonesia beberapa hari ini dihebohkan dengan kabar adanya hujan di Mina, Makkah, Arab Saudi. Kabarnya, hujan es mengguyur tenda-tenda dan sempat terjadi banjir di sana. Beberapa video tentang hujan tersebut, yang tersebar pada Senin (12/8), pun menjadi viral di Indonesia.

Subhan Cholid, Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) 2019, mengatakan bahwa memang terjadi hujan di Makkah pada Senin sore. Namun, petugas haji di Makkah diklaim telah mengantisipasi dengan baik segala dampak dari hujan tersebut.

Baca Juga: Hujan Deras dan Banjir di Mina, Jemaah Haji Salat Mohon Perlindungan

1. Terjadi hujan es biasa

5 Fakta Tentang Hujan Es dan Banjir di MakkahKemenag.go.id/satops armuzna

Terkait isu adanya hujan es di Mina, Subhan mengatakan, ada perbedaan dalam menyikapi atau merespons sesuatu, termasuk hujan ketika berada di Tanah Air dan Makkah.

“Yang kami rasakan di Mina itu hujan biasa saja dan hujan air. Apakah itu es? Saya rasakan itu es biasa seperti di Tanah Air. Tapi karena terjadi di Tanah Suci, kita bisa rasakan bedanya,” kata dia, seperti dilansir kantor berita Antara, Selasa malam (13/8).

Meskipun terjadi hujan cukup deras, kata Subhan, pemerintah Arab Saudi sudah dapat mengatasi dengan baik dampak hujan besar, baik di Mina maupun Makkah. Terutama dalam hal keselamatan jemaah haji.

“Karena petugas kita sudah langsung melakukan antisipasi dengan sigap berada di tenda jemaah. Berkoordinasi dengan pengurus maktab untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia.

2. Hujan hanya mengakibatkan genangan

5 Fakta Tentang Hujan Es dan Banjir di MakkahANTARA FOTO/Hanni Sofia

Subhan mengatakan petugas haji sempat menerima video viral mengenai kondisi Mina yang dikabarkan mengalami banjir parah, padahal yang terjadi hanyalah hujan sesaat yang hanya menyebabkan genangan.

“Listrik menjelang magrib sudah nyala. Ada yang setelah isya. Itu hanya terjadi kemarin sore dan isya sudah selesai. Hari ini dari pagi sampai sore udara cerah dan cenderung kembali normal dan cuaca cukup panas,” kata dia.

3. Listrik sempat dipadamkan guna menghindari korsleting

5 Fakta Tentang Hujan Es dan Banjir di MakkahANTARA FOTO/Hanni Sofia

Subhan mengatakan guna menghindari korsleting dan sengatan listrik pada jemaah haji, pemerintah Arab Saudi sempat memadamkan listrik sementara sampai situasi benar-benar aman.

“Adapun satu atau dua eskalator yang dimatikan karena memang di tempat terbuka. Menghindari korstleting arus listrik dan bisa berakibat pada jemaah. Maka oleh pertahanan sipil Makkah peralatan elektrik dimatikan,” kata dia.

4. Hujan dianggap seperti tetesan embun di padang pasir

5 Fakta Tentang Hujan Es dan Banjir di MakkahANTARA FOTO/Hanni Sofia

Meski hujan cukup deras, sempat muncul anggapan dari jemaah haji seperti setetes embun di tengah padang pasir. Karena selama ini suhu di Makkah sangat panas hingga mencapai lebih 40 Derajat Celcius.

“Akibat dari hujan itu, pertama di tenda Mina ada sebagian karpet basah. Tetapi tidak membuat jemaah keluar tenda. Karpet yang basah dilipat dan sudah kembali selesai. Yang kedua betul ada beberapa maktab yang listriknya dimatikan, untuk menghindari konslet karena air,” kata dia.

Petugas kemudian mengimbau jemaah untuk tetap berada di dalam tenda selama hujan, dan bagi mereka yang sedang berada di Jamarat untuk lempar jumrah diminta untuk tidak terlebih dahulu kembali ke tenda, dan tetap berada di gedung tempat lempar jumrah hingga hujan reda.

Petugas juga menunda pemberangkatan lempar jumrah untuk sejumlah jemaah, guna menghindari penumpukan di lokasi lempar jumrah.

5. Jemaah haji Indonesia dalam keadaan baik dan 60 persen dari mereka sudah melaksanakan nafar awal

5 Fakta Tentang Hujan Es dan Banjir di MakkahANTARA FOTO/Hanni Sofia

Subhan pun memastikan kondisi jemaah haji Indonesia saat ini dalam keadaan baik. Bahkan, pada Selasa (13/8), sebanyak 60 persen di antaranya sudah melaksanakan nafar awal, sehingga sudah tiba kembali di hotelnya dan menikmati perjalanan hajinya.

Sementara sebagian jemaah haji lain masih menyelesaikan nafar tsani di Mina. “Kami imbau keluarga di Tanah Air tetap tenang. Tidak terjadi apa-apa. Jemaah menjalankan ibadah haji dengan baik. Layanan akomodasi, konsumsi, transportasi berjalan sesuai rencana,” kata dia.

Baca Juga: Terbawa Banjir, Sampah Berserakan di Tenda Jemaah Haji Indonesia

Topic:

  • Galih Persiana

Just For You