Comscore Tracker

Versi BNPT, Ini 5 Istilah Terkait Radikalisme yang Perlu Kamu Tahu 

Yuk cek, biar gak salah menggunakan kata

Jakarta, IDN Times - Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris menyampaikan lima istilah agar masyarakat tidak mudah menjustifikasi suatu hal terkait radikalisme. Hal ini disampaikan Irfan dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan TV One pada Selasa (5/11).

Istilah radikalisasi menjadi perbincangan panas di tengah masyarakat beberapa waktu belakangan. Kelima hal tersebut dinilainya perlu diketahui masyarakat. Apa saja sih itu?

1. Radikal

Versi BNPT, Ini 5 Istilah Terkait Radikalisme yang Perlu Kamu Tahu Radikalisme

Irfan menyampaikan radikal berasal dari kata radiks yang artinya berpikir hingga ke akarnya. Ia menyebutkan ada tiga ciri orang yang berfikir secara radikal. Yakni, berpikir komprehensif, berpikir sistematis, dan berfikir universal.

"Radikal itu radiks, berpikir sampai akar-akarnya. Sampai tuntas," kata Irfan dalam paparannya. "Kalau berpikir, obyektif. Tidak subyektif. Tidak merasa diri benar," lanjut dia.

Orang yang berpikir subjektif, menurut Irfan, justru tidak berpikir secara radikal atau radiks, tidak berpikir hingga ke akar-akarnya.

Baca Juga: Ini 4 Kriteria Radikal Menurut BNPT yang Perlu Kalian Ketahui

2. Radikalisasi

Versi BNPT, Ini 5 Istilah Terkait Radikalisme yang Perlu Kamu Tahu geotimes.co.id

Setelah radikal, radikalisasi menjadi istilah kedua yang diperkenalkan. Kata ini mengandung makna sebagai proses yang menghasilkan radikal.

Tidak banyak penjelasan terkait istilah ini yang disampaikan Irfan. Istilah yang satu ini menjadi salah satu istilah yang paling santer terdengar terkait dengan radikal dan radikalisme.

3. Radikalisme

Versi BNPT, Ini 5 Istilah Terkait Radikalisme yang Perlu Kamu Tahu IDN Times/Sukma Shakti

Terdiri dari dua kata, radikal dan isme, istilah radikalisme dinilai menjadi titik awal makna radikal melenceng dari positif menjadi negatif. Irfan menjelaskan ada empat tujuan dari radikalisme. Pertama, ingin mengubah keadaan dengan radiks, tuntas hingga ke akarnya. Kedua, cepat dan tidak lambat.

Poin ketiga dan keempat menjadi poin yang dinilai refan sebagai suatu hal yang salah, yakni mengatasnamakan agama dan menggunakan kekerasan.

"Kita harus memahami secara radikal, jangan sepotong-potong," kata Irfan.

4. Radikal terorisme

Versi BNPT, Ini 5 Istilah Terkait Radikalisme yang Perlu Kamu Tahu Pixabay

Di BNPT, menurut Irfan, dikenal istilah radikal terorisme. Hal ini dianggap yang paling membahayakan dan mengancam keutuhan negara, termasuk Indonesia.

"Ini berbahaya bagi keutuhan berbangsa secara geografis, demografis," kata Irfan.

"Dan berbahaya bagi keutuhan berbangsa secara ideologi," lanjut dia lagi.

5. Deradikalisasi

Versi BNPT, Ini 5 Istilah Terkait Radikalisme yang Perlu Kamu Tahu Dok. IDN Times

Istilah kelima dan menjadi istilah terakhir yang diterangkan Irfan, adalah deradikalisasi. Kata ini mengandung makna, tindakan pencegahan yang berguna untuk mengembalikan paham yang dianggap membahayakan.

Kisruh radikalisme menjadi panas diperbincangkan masyarakat setelah Menteri Agama, Fachrul Razi mulai menyinggung soal radikalisme. Ia disebut-sebut akan mengeluarkan larangan untuk penggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan instansi yang dibawahinya.

Baca Juga: Mahfud MD: Masyarakat Tetap Waspada Pasca Meninggalnya Pimpinan ISIS

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya