Comscore Tracker

Jadi Perdebatan, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Makamkan Pasien Corona 

Mengapa beliau berani turun tangan?

Jakarta, IDN Times - Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin mendadak jadi bahan perdebatan warganet Indonesia di Instagram. Bagaimana tidak, lewat akun Instagram pribadinya yakni @caknurahmad, Nur membagikan kisah tentang ia dan empat orang lainnya yang memakai APD menguburkan pasien positif corona. Video yang diputar di Instagram TV itu pun menjadi viral.

"Dini hari menjelang subuh tadi, saya ikut memakamkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia," kata dia dalam caption unggahan tersebut.

Nur menceritakan alasan dia ikut memakamkan jenazah pasien COVID-19 tersebut. Kenapa ya?

1. Pasien itu ber-KTP Surabaya namun berdomisili di Sidoarjo

Jadi Perdebatan, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Makamkan Pasien Corona Suasana penguburan pasien COVID-19 oleh Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin (Instagram/@caknurahmad)

Pasien tersebut dirawat dan tinggal di Sidoarjo tapi ternyata memiliki KTP Surabaya. Nur mengatakan sejak pasien itu meninggal pada Rabu (25/3) malam,  pihaknya telah mengontak Dinas Kesehatan Surabaya. Akan tetapi, mereka tidak bisa menguburkannya.

"Dikarenakan waktu yang terlalu malam, mereka belum siap untuk menangani. Sedangkan pasien COVID sebelum 4 jam harus sudah dikuburkan," kata Nur.

Baca Juga: MUI: Jenazah Muslim yang Positif COVID-19 Boleh Tak Dimandikan

2. Penggali kubur tidak mau memakamkan pasien tersebut

Jadi Perdebatan, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Makamkan Pasien Corona Suasana penguburan pasien COVID-19 oleh Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin (Instagram/@caknurahmad)

Akhirnya, Nur dan beberapa orang lainnya memutuskan akan menguburkan pasien ini di Sidoarjo tepatnya di Pemakaman Umum (TPU) Delta Praloyo, Desa Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Masalah tidak langsung selesai. Nur mengatakan proses pemakaman itu terkendala karena penggali kubur tidak mau ikut menurunkan dan memakamkan jenazah pasien COVID-19 ini.

"Awalnya pemakaman terkendala karena penggali kubur tidak mau ikut menurunkan dan memakamkan jenazah. Mereka bergegas mandi dan langsung pergi. Saya paham akan kekhawatiran yang dirasakan," ujar dia.

3. Nur membujuk penggali kubur dan meyakinkan mereka dengan ikut menurunkan jenazah

Jadi Perdebatan, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Makamkan Pasien Corona ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Nur pun mendatangi penggali kubur dan melakukan komunikasi bahwa pihaknya membutuhkan bantuan. Untuk meyakinkan penggali kubur hingga mereka mau membantu, Nur harus turun tangan dengan ikut memakamkan jenazah.

Melihat hal tersebut, barulah para penggali kubur mengerti dan mau ikut turun tangan. Pemakaman pun berlangsung aman sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

"Jadilah 5 orang yang ikut menurunkan jenazah tersebut yaitu saya, ketiga penggali, dan dr. Atok," ujarnya.

Baca Juga: Ini Prosedur Mengurus Jenazah Terinfeksi COVID-19 Versi Dinkes Jabar

4. Minta masyarakat tidak panik

Jadi Perdebatan, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Makamkan Pasien Corona Petugas menyemprotkan desinfektan di jalan, sebagai langkah menekan penularan virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (28/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS

Belajar dari pengalaman itu, Nur berpesan bahwa perasan khawatir memang ada di tengah masyarakat. Nur juga mengaku dia sendiri merasakannya. Namun, dia berpesan agar masyarakat tidak panik dan bisa bersikap proporsional. Nur pun menuturkan dia optimistis bahwa ujian ini akan segera berlalu.

"Saya ingatkan untuk tetap #dirumahaja, Bagi tenaga kerja harian dan yang harus bekerja di luar, mohon agar lebih berhati-hati dan menaati imbauan. Selepas bekerja, jangan langsung menyentuh keluarga namun mandi terlebih dahulu," kata dia.

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN : Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com

Baca Juga: Cerita Penggali Kubur Saat Pemakaman Pasien Negatif Corona RS Kariadi

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya