Comscore Tracker

Menkes Sebut Karantina WNI dari Wuhan di Kapal Perang Tidak Manusiawi

Kapal perang dinilai tidak representatif

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menanggapi pernyataan anggota DPR RI yang mengusulkan agar Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan, Tiongkok agar dikarantina di kapal perang.

Menurut Terawan, Kementerian Kesehatan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena mengisolasi atau mengkarantina WNI yang dipulangkan dari Wuhan tidak manusiawi.

"Coba bayangkan kalau di kapal perang. Kita gak manusiawi, apalagi kalau kapal perang, memang tidak disiapkan untuk itu. Apalagi (yang dikarantina) ada anak-anak, ada ibu hamil. Jadi kita harus rasional," kata Menkes dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senin (3/2).

1. Kapal perang dinilai tidak representatif

Menkes Sebut Karantina WNI dari Wuhan di Kapal Perang Tidak ManusiawiIlustrasi (ANTARA Foto/Ari Bowo Sucipto)

Selain tidak manusiawi, menurutnya, kapal perang juga dinilai tidak representatif untuk mengarantina WNI yang pulang dari Wuhan, Tiongkok.

"Tempatnya tidak representatif," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan isolasi WNI dari Wuhan di kapal perang juga berpotensi membahayakan.

"Kalau mereka gak disiplin justru berbahaya," katanya.

Baca Juga: Kronologi Pasien Diduga Terkena Virus Corona di Eka Hospital Cibubur

2. Natuna menjadi wilayah untuk isolasi berdasarkan kajian Kemenkes

Menkes Sebut Karantina WNI dari Wuhan di Kapal Perang Tidak ManusiawiIlustrasi. (ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter)

Kemudian, ia juga menggarisbawahi bahwa keputusan pemerintah untuk memilih Natuna sebagai tempat karantina sudah melalui sejumlah kajian.

"Jadi semua ini berdasarkan semua kajian," ujarnya.

Pemilihan kompleks militer di Natuna diambil karena tempat tersebut dinilai tepat agar orang-orang yang dikarantina bisa disiplin. Tempat itu juga dinilai cocok karena area bandaranya juga menjadi kompleks lalu lintas udara militer.

3. Ansar menyarankan isolasi WNI di kapal perang

Menkes Sebut Karantina WNI dari Wuhan di Kapal Perang Tidak ManusiawiRatusan WNI yang dievakuasi dari wabah virus corona di Tiongkok, tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Sebelumnya, anggota DPR RI asal Kepulauan Riau Ansar Ahmad, menyarankan agar WNI dari Wuhan diisolasi di kapal perang guna mencegah dampak negatif akibat penolakan warga di Natuna.

"Karantina atau isolasi di kapal perang milik TNI AL akan lebih baik. Cukup disiapkan bahan makanan yang memadai dan perlengkapan kesehatan di dalam kapal," katanya dikutip dari Kantor Berita Antara, Senin (3/2).

4. Korban terinveksi virus corona terus bertambah

Menkes Sebut Karantina WNI dari Wuhan di Kapal Perang Tidak ManusiawiANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Hingga Senin (3/2), Center for Systems Science and Engineering (CSSE) John Hopkins University, Amerika Serikat yang dikutip IDN Times mencatat 17.335 orang positif terpapar virus, dan 362 orang di antaranya meninggal dunia.

Angka korban meninggal ini bertambah 57 orang dibandingkan, Minggu (2/2) yang masih tercatat 305 orang. Sebanyak 361 orang yang meninggal ini merupakan warga Tiongkok. Satu orang lainnya warga Filipina.

Baca Juga: Menkes: Lebih Berat Hadapi Hoaks Virus Corona Daripada Evakuasi WNI

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya