Comscore Tracker

Kenapa Seseorang Tetap Berpotensi Tertular Corona meski Diam di Rumah?

Terus harus bagaimana?

Jakarta, IDN Times - Kasus mewabahnya virus corona (COVID-19) di Indonesia terus meningkat tiap harinya. Per Kamis (2/4) ini, pasien yang positif virus corona telah mencapai 1.790 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, virus corona bisa menular meski masyarakat sudah melakukan social distancing atau jaga jarak sosial.

"(Kasus virus corona) paling banyak karena orang tidak cuci tangan. Sudah jaga jarak tapi gak cuci tangan," kata Yuri dalam talkshow di YouTube channel IDN Times, Rabu (1/4) sore.

Baca Juga: Pulang dari Amerika Serikat, Warga Salatiga Positif Virus Corona

1. Jika tidak melakukan hal ini, biar di rumah pun bisa menularkan dan tertular virus corona

Kenapa Seseorang Tetap Berpotensi Tertular Corona meski Diam di Rumah?Dok. BNPB

Menurut Yuri, meski sudah menjaga jarak, namun jarang atau bahkan tidak cuci tangan, masyarakat berpotensi menularkan dan tertular virus corona.

Terlebih, kata Yuri, anak muda lebih tahan terhadap virus corona ini.

"Karena dia muda dan kuat, keluhan biasa saja, kayak batuk, pilek. Pulang ke rumah, ada orang tua yang lanjut usia, ada yang diabetes lama, hipertensi, jadi tertular," katanya.

2. Yang bisa mengimbau bukan cuma pemerintah dan tenaga kesehatan, tapi juga kita

Kenapa Seseorang Tetap Berpotensi Tertular Corona meski Diam di Rumah?Seorang pengemudi ojek online mencuci tangan saat hendak memasuki kawasan Ketawanggede, Kota Malang. IDN Times/ Alfi Ramadana

Yuri mengingatkan, demi mencegah meluasnya penyebaran virus corona, bukan hanya pemerintah dan tenaga kesehatan yang bisa mengimbau untuk social distancing dan rutin mencuci tangan.

"Semua orang bisa imbau cuci tangan. Ini kenapa kita harus saling ingatkan," ujarnya.

3. Data virus corona Rabu 1 April 2020

Kenapa Seseorang Tetap Berpotensi Tertular Corona meski Diam di Rumah?Ilustrasi virus corona. IDN TImes/Arief Rahmat

Berdasarkan catatan, terdapat penambahan jumlah kasus virus corona di Indonesia yakni sebanyak 149 orang atau bertambah menjadi 1.677 kasus per Rabu (1/4).

Penyebaran virus corona tersebut telah mencapai 32 provinsi. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang terbanyak kasus virus corona yaitu sebanyak 808 kasus. Lalu, peringkat kedua diduduki oleh Jawa Barat 220 kasus dan dilanjutkan oleh Banten 152 kasus.

Jumlah korban meninggal akibat virus corona juga bertambah sebanyak 21 orang dari jumlah sebelumnya 157 orang.

Sementara pasien COVID-19 yang sembuh menjadi 103 orang. Jumlah itu meningkat dari angka sebelumnya yakni 81 orang.

 

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN : Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona

https://www.youtube.com/embed/tjxHELqn72E

Baca Juga: Gejala Virus Corona Tanda-tanda Terjangkit Corona dan Cara Pencegahan

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya