Comscore Tracker

Diduga Tercuci Otak Paham Radikal, Pemprov DKI Cari ASN-nya

Fenomena itu belum sepenuhnya dibenarkan

Jakarta, IDN Times - Kabar miring tentang seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah terpapar paham radikalisme sampai ke telinga Kepala Badan Kepegawaian DKI Jakarta, Chaidir. Ia mengatakan, timnya masih mencari kebenaran daripada informasi tersebut.

Pencarian itu, kata dia, untuk memastikan apakah ASN itu benar bekerja di lingkungan Pemprov DKI atau tidak.

"Kita akan cari, apakah dia murni masuk dari CPNS DKI atau PNS pindahan. Kalau pindahan berarti masuk dari unit lain. Pada pemeriksaan tahap akhir atau penelitian khusus di SKPD atau unit lain lolos di mana," ujar dia di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/2).

1. Bila ASN DKI terbukti terpapar paham radikal akan dipecat

Diduga Tercuci Otak Paham Radikal, Pemprov DKI Cari ASN-nyaIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Chaidir menjelaskan badan Kesatuan Bangsa dan Politik akan menginvestigasi kebenarannya. Kemudian hasilnya akan diserahkan ke pihaknya selaku kepala BKD untuk ditindak lanjuti. Apabila terbukti terpapar radikalisme, maka yang bersangkutan akan dipecat.

"(Bila terbukti terpapar radikalisme) dipecat. Hak dan kewajiban PNS diatur dalam PP 53/2010," ujar dia.

Baca Juga: Suluh Kebangsaan: Radikalisme Muncul Karena Tidak Puas 4 Pilar Bangsa

2. Informasi ASN radikal didapat dari Kemenkumham

Diduga Tercuci Otak Paham Radikal, Pemprov DKI Cari ASN-nyaIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah Informasi dugaan seorang ASN Pemprov DKI Jakarta terpapar radikalisme pertama kali didapat Pemprov dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Dalam surat tersebut disebutkan ada ratusan ASN di Indonesia yang terpapar radikalisme, dan salah satunya diduga berada dalam lingkup Pemprov DKI.

"Ada surat dari Kemenkumham, di seluruh Indonesia ada ratusan PNS yang disinyalir terpapar radikalisme," ujar Saefullah.

3. Sekda minta investigasi dilakukan dalam 12 hari

Diduga Tercuci Otak Paham Radikal, Pemprov DKI Cari ASN-nyaIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Eks Wali Kota Jakarta Pusat itu pun meminta BKD segera menginvestigasi kebenaran temuan tersebut. Sebab, ASN telah disumpah untuk setia pada Pancasila dan NKRI.

"Saya minta ke BKD untuk menuntaskan dalam waktu 12 hari," ujar Saefullah.

Baca Juga: Cegah Radikalisme, Khilafah dan Jihad Bakal Diajarkan Sejak Kelas IV

Topic:

  • Galih Persiana

Berita Terkini Lainnya