Comscore Tracker

Berjuang Lawan COVID-19 Tapi Gaji Perawat Dipotong dan Tak Ada THR! 

348 perawat tidak terima THR, hanya ucapan terima kasih

Jakarta, IDN Times - Berjuang melawan COVID-19 dan berada di garda terdepan dalam melawan virus corona, ratusan perawat ini justru menelan kenyataan pahit. Gaji yang seharusnya diterima utuh, malah dipotong. Selain itu, saat Lebaran kemarin, ratusan perawat ini tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Sekretaris Badan Bantuan Hukum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Maryanto mengatakan, di tengah pandemik virus corona para perawat seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Tetapi, kenyataannya perawat yang berstatus honorer mendapatkan potongan gaji dan tidak mendapatkan THR.

"Kami sering kali disebut sebagai pahlawan kemanusiaan tetapi haknya tidak diikuti dengan langkah-langkah statement yang pernah disampaikan sebagai pahlawan kemanusiaan, jadi jangan hanya statement tetapi berikanlah langkah-langkah konkret," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Rabu (3/6).

1. Perawat khawatir dipecat jika mengadu langsung kepada Dinas Tenaga Kerja setempat

Berjuang Lawan COVID-19 Tapi Gaji Perawat Dipotong dan Tak Ada THR! Ilustrasi perawat COVID-19 (Dok.IDN Times/Istimewa)

Maryanto mengungkapkan, Sekretaris Badan Bantuan Hukum PPNI telah membuka aduan secara online untuk perawat yang tidak mendapatkan hak-haknya sejak 15 Mei sampai dua minggu mendatang.

"Memang aduan sifatnya online, karena seharusnya regulatifnya mereka mengadu langsung ke sudin tenaga kerja masing-masing kabupaten/ kota, tapi mereka ketakutan, khawatir dipecat. Akhirnya kami fasilitasi sekaligus skrining nomor induk untuk memastikan memang perawat," paparnya.

Baca Juga: Miris, Perawat Hamil 4 Bulan di Surabaya Diduga Terpapar COVID-19 

2. Sebanyak 348 perawat mengadu tentang gaji dan THR

Berjuang Lawan COVID-19 Tapi Gaji Perawat Dipotong dan Tak Ada THR! Tenaga medis melakukan rapid test ke pedagang Pasar Kobong Semarang. Dok. Pemkot Semarang

Dia mengungkapkan sampai saat ini sudah ada 348 aduan namun di lapangan diperkirakan lebih karena banyak perawat yang takut mengadu. Sebagian besar aduan didominasi tidak diberikan THR, pemotongan gaji dan gaji diberikan hanya separuh.

"Bahkan ada yang tidak pernah dapat THR sejak 2016 serta ucapan terima kasih saja. Sebenarnya ini bukan tuntutan tapi merupakan suatu kewajiban pemberi kerja," imbuhnya.

Pihaknya juga menegaskan, sampai saat ini perawat juga belum menerima insentif yang dijanjikan oleh pemerintah bagi tenaga medis yang menangani COVID-19.

"Belum, belum semuanya," katanya.

3. Perawat bekerja dua kali lipat saat pandemik

Berjuang Lawan COVID-19 Tapi Gaji Perawat Dipotong dan Tak Ada THR! Dok.IDN Times/Istimewa

Maryanto merasa prihatin dengan kondisi teman-teman sejawatnya, apalagi di saat pandemik COVID-19 ini, perawat tidak hanya mendapat beban psikologis tetapi juga fisiknya.

"Artinya mereka bekerja dua kali lipat, mereka juga punya keluarga yang ditinggalkan, bahkan ada beberapa kawan yang hari ini juga belum pulang karena harus menjalani isolasi beberapa tempat yang disediakan oleh rumah sakit," ungkapnya

Dia ingin memastikan bahwa pemerintah juga turut serta melihat kondisi rekan-rekannya di lapangan.

"Boleh jadi perawat hari ini menjadi suatu benteng pertahanan terakhir di mana negara kita menghadapi wabah, tapi satu sisi teman-teman juga banyak yang meninggalkan keluarga," ucapnya.

4. Aduan akan dilaporkan ke Kementerian Ketenagakerjaan

Berjuang Lawan COVID-19 Tapi Gaji Perawat Dipotong dan Tak Ada THR! Ilustrasi. Pasien COVID-19 berhasil sembuh (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

PPNI akan menyampaikan aduan dari tenaga medis di berbagai daerah untuk dilaporkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dewan Pengawas Ketenagakerjaan.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh anggota di Indonesia bekerja dengan aman dan baik dan haknya diberikan oleh pemberi kerja. Aduan ini akan kami sampaikan ke Dewan Pengawas Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan," terangnya.

Baca Juga: Cerita Perawat Dengar Suara Takbir dari Ruang Isolasi, Hati Bergetar 

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya