Comscore Tracker

Ini Jawaban Menkeu Soal Permintaan Millennial Menaikkan Cukai Rokok

Banyak pihak yang terlibat

Jakarta, IDN Times - Pendapatan negara dari sektor cukai rokok masih menjadi salah satu yang terbesar saat ini. Berdasarkan data dari Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, pada 2018 pendapatan negara dari sektor cukai rokok mencapai Rp153,3 triliun atau Rp4,3 triliun lebih besar dari target sebanyak Rp149 triliun.

Namun, murahnya harga rokok di pasaran membuat generasi millennial meminta kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani, untuk menaikkan cukai rokok tersebut. Sebab, harga rokok yang murah menjadi penyebab banyaknya generasi muda yang mengonsumsi rokok.

"Saya setuju agar konsumsi rokok dikurangi karena bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Namun, kami tidak bisa serta-merta menaikkan cukai rokok karena banyak dampak yang ditimbulkan di berbagai sisi," terang Menteri Keuangan.

1. Menaikkan cukai rokok libatkan beberapa menteri

Ini Jawaban Menkeu Soal Permintaan Millennial Menaikkan Cukai RokokIDN Times/Dini suciatiningrum

Sri Mulyani mengakui cukai adalah salah satu instrumen negara yang bisa mengurangi penggunaan barang yang dianggap dapat memberikan dampak buruk.

Untuk menaikkan cukai rokok ini, pihaknya juga memerlukan keterlibatan dan masukan dari Kementerian Industri, Pertanian, Ketenagakerjaan, sampai Kesehatan.

"Cukai memang yang mengadministrasikan Menteri Keuangan tetapi kan hasilnya dari keputusan bersama sebelum ditetapkan dalam undang-undang," jelas Sri Mulyani.

2. Industri rokok menyerap banyak tenaga kerja

Ini Jawaban Menkeu Soal Permintaan Millennial Menaikkan Cukai RokokIDN Times/Rini Oktaviani

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa industri rokok juga menyerap banyak tenaga kerja.

Sehingga menurut Sri Mulyani, perlu dibandingkan dampak naiknya cukai rokok bagi kesehatan anak muda dengan para pekerja di industri tersebut, seperti petani tembakau yang harus kehilangan pekerjaan.

"Saat ada isu kenaikan cukai rokok, meja saya langsung dibanjiri surat dari pemerintah daerah. Ini merupakan bukti bahwa permasalahan tidak hanya timbul di pemerintahan pusat tetapi juga hingga ke pemerintah daerah."

Untuk itu, perlu untuk mengambil kebijakan berdasarkan bukti yang kuat. Sehingga, pemerintah dapat mengambil kebijakan dengan mempertimbangkan dampak negatif dan positif.

3 Kenaikan cukai rokok dorong masuknya rokok ilegal

Ini Jawaban Menkeu Soal Permintaan Millennial Menaikkan Cukai RokokIDN Times / Aan Pranata

Sri Mulyani menambahkan kenaikan cukai rokok juga bisa mendorong kenaikan produksi rokok ilegal.

Menurutnya, produksi rokok tidak membutuhkan biaya yang besar. Sri Mulyani pun mengungkapkan tidak sedikit industri rumah yang membuat rokok.

Tidak hanya itu, Sri Mulyani mencontohkan banyaknya warga Singapura yang membeli rokok ilegal karena negara tersebut menerapkan harga rokok yang mahal.

4. Sri Mulyani target tekan rokok ilegal 3 persen di 2019

Ini Jawaban Menkeu Soal Permintaan Millennial Menaikkan Cukai RokokIDN Times / Aan Pranata

Untuk itu, Sri Mulyani menargetkan peredaran rokok ilegal tahun ini harus turun 3 persen dari tahun lalu sebesar 7 persen.

"Tahun lalu, kita bisa menurunkan peredaran rokok ilegal dari 12 persen menjadi 7 persen. Tetapi, saya belum puas. Tahun ini, saya minta ditekan 3 persen. Bea Cukai bilang susah sekali karena dia lari dari satu kota ke kota lain," ungkap Sri Mulyani.

Baca Juga: Cukai Rokok Masih Jadi Salah Satu Pendapatan Terbesar di Indonesia

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya