Comscore Tracker

Kemenkes: Kasus Kematian di Tiongkok Bukan Murni dari Virus Corona

Pasien yang meninggal punya penyakit penyerta

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan menegaskan kasus angka kematian pasien terpapar virus corona di Tiongkok berdasarkan data WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) bukan murni dari virus 2019-nCov.

"Jadi angka kematian yang ada di Tiongkok saat ini semuanya, karena ada penyakit penyerta sebelumnya, selain itu usianya juga sudah tua," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Anung Sugihantono, di Gedung Kemenkes, Selasa (28/1).

1. Pasien yang terjangkit virus Corona sudah memiliki penyakit penyerta sebelumnya

Kemenkes: Kasus Kematian di Tiongkok Bukan Murni dari Virus CoronaInfografis virus corona yang telah menyebar ke 13 negara lain selain Tiongkok pada 28 Januari 2020. IDN Times/Arief Rahmat

Anung menjelaskan selain usianya sudah lanjut, rata-rata angka kematian juga karena pasien yang terjangkit virus Corona sudah memiliki penyakit penyerta sebelumnya seperti ada yang gagal ginjal, Hepatitis, Diabetes dan sebagainya.

"Makanya saya tidak berani menyampaikan itu (murni virus Corona) terangnya.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Tetapkan Status Siaga Virus Corona

2. Jika daya tahan tubuh baik, maka virus Corona tidak menular

Kemenkes: Kasus Kematian di Tiongkok Bukan Murni dari Virus CoronaPenanganan terkait dugaan pasien terpapar virus corona di RSHS (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Anung menjelaskan jika daya tahan tubuh baik, maka virus Corona tidak menular sebaliknya jika kondisi menurun terlebih ada penyakit penyerta.

"Buktinya, 243 mahasiswa Indonesia di sana dilaporkan sehat dan baik keluhannya hanya logistik yang semakin menurun," kata dia.

3. Jika terinfeksi virus akan sembuh sendiri bila daya tahan tubuh baik

Kemenkes: Kasus Kematian di Tiongkok Bukan Murni dari Virus CoronaIDN Times/Arief Rahmat

Anung menambahkan secara umum jika terinfeksi virus akan sembuh sendiri sepanjang memiliki daya tahan tubuh yang baik. Sehingga apa yang diinisiasi Kemenkes melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) harus digencarkan.

"Pada dasarnya imunologi tubuh yang akan melawan virus, jadi jaga daya tahan istirahat cukup, makan makanan sehat, minum vitamin karena seperti diketahui sampai saat ini belum ditemukan obat untuk virus Corona," imbuhnya.

Baca Juga: Belum Ada Virus Corona di Bandung, Dinkes Harap Warga Tak Perlu Panik

4. Hingga hari ini, Selasa (28/1), korban meninggal telah mencapai 106 orang

Kemenkes: Kasus Kematian di Tiongkok Bukan Murni dari Virus CoronaWisatawan dari sebuah penerbangan Air China dari Beijing memakai masker pelindung saat mereka tiba di bandara Charles de Gaulle di Paris, Prancis, pada 26 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Benoit Tessier

Sebelumnya, jumlah korban meninggal akibat terjangkit virus corona terus bertambah. Data terbaru dari Tiongkok menyebutkan, hingga hari ini, Selasa (28/1), korban meninggal telah mencapai 106 orang. Jumlah ini naik 25 orang dari data sebelumnya 81 orang.

Tidak hanya jumlah korban meninggal, jumlah kasus virus corona juga naik menjadi 4.515 pada 27 Januari 2019. Dikutip dari channelnewsasia.com, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyebutkan, jumlah ini naik dari yang dilaporkan sebelumnya yakni 2.835 kasus.

Baca Juga: Cegah Virus Corona, RI Keluarkan 'Travel Warning' ke Provinsi Hubei

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya