TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Ketika Karyawan Jadi Aset Perusahaan untuk Berkembang Pesat

Karyawan bukan hanya bekerja membantu usaha

ilustrasi karyawan (freepik.com/pressfoto)

Bandung, IDN Times – Tidak sedikit pimpinan perusahaan yang memandang karyawan sebagai pekerja biasa, di mana membantu perusahaan dalam mencapai target-targetnya. Padahal, di sisi lain, karyawan merupakan aset perusahaan yang berperan signifikan untuk pengembangan sebuah usaha.

Menurut banyak sumber, karyawan bahkan merupakan aset dan sumber daya terbesar. Tak hanya itu, karyawan juga berpengaruh pada citra jenama dari sebuah merek usaha.

Salah satu contoh perusahaan yang memandang karyawan sebagai aset perusahaan untuk berkembang ialah PT. Krakatau Sarana Properti (KSP). Pemaksimalan karyawan bahkan menjadi fokus mereka, utamanya dalam menjangkau daerah-daerah lain untuk pengembangan bisnisnya.

Sejauh ini, PT Krakatau Sarana Properti dikenal berkembang di wilayah Banten. Namun faktanya, mereka sebenarnya memasang target untuk berkembang tidak hanya di wilayah di luar Banten.

1. Mengandalkan hubungan karyawan untuk capai target

Ketika Karyawan Jadi Aset Perusahaan untuk Berkembang Pesat (IDN Times/istimewa)

Direktur Utama PT Krakatau Sarana Properti Iip Arief Budiman mengatakan, target pengembangan cakupan bisnis perusahaannya bisa tercapai apabila ada kerja sama yang baik antar karyawan.

Menurut Iip, karyawan adalah aset yang sangat penting untuk bisa membawa perusahaan berkembang pesat.

“Memperlakukan karyawan bukan hanya sebagai mitra tapi juga aset yang sangat penting. Karyawan harus dijaga dan dikelola lebih baik lagi. Kalau kami punya aset tetap seperti tanah saja kita pasti rawat dengan baik, apalagi sumber daya manusia,” kata Iip, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (14/8/2023).

2. Rekan kerja di kantor merupakan keluarga

ilustrasi komunikasi yang jelas dan tegas (pexels.com/Canva Studio)

Iip menambahkan, rekan kerja di kantor sudah menjadi keluarga utama selain keluarga di rumah. Pasalnya, mereka menghabiskan waktu bersama selama delapan jam setiap hari.

Maka itu menurut Iip, perusahaan punya tugas penting untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga karyawan bisa bekerja dengan baik.

“Guyub antar-sesama karyawan itu sangat penting, karena mereka semua adalah keluarga. Menempatkan mereka sebagai keluarga itu penting agar tercipta suasana kolaboratif sehingga satu karyawan dengan karyawan lainnya bisa mengenal lebih dekat,” tutur Iip.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas, Itesa Semarang Bekali Karyawan Perusahaan Swasta

Baca Juga: 9 Ide Lomba 17 Agustus untuk Karyawan di Kantor, Meriah

Berita Terkini Lainnya