Comscore Tracker

Cegah COVID-19, AirAsia Berhenti Terbang Sementara di Indonesia

AirAsia tawarkan refund kepada calon penumpang

Jakarta, IDN Times - Maskapai penerbangan AirAsia mulai menghentikan penerbangan sementara untuk penerbangan domestik dan internasional pada 1 April 2020, mendatang. Penghentian terbang sementara ini untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 semakin meluas.

Manajemen AirAsia Indonesia menjelaskan kepada para pelanggannya yang sudah terlanjur membeli tiket penerbangan agar tidak perlu khawatir. AirAsia Indonesia menawarkan beberapa alternatif. 

Pertama, manajemen AirAsia menawarkan pengubahan jadwal keberangkatan tanpa biaya tambahan yang dikenakan. Kedua, dana pembelian tiket akan dikembalikan dalam bentuk saldo dan dapat digunakan untuk membeli tiket AirAsia berikutnya selama 365 hari mendatang. 

"Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan kompensasi yang ditawarkan, silakan kunjungi support.airasia.com. Sedangkan untuk pemesanan yang dilakukan melalui layanan group booking, agen perjalanan atau pihak ketiga, silakan menghubungi agen masing-masing lebih lanjut," demikian keterangan tertulis pihak manajemen AirAsia Indonesia pada Sabtu (28/3). 

Maskapai budget asal Malaysia itu menghentikan penerbangannya sementara untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran virus corona. Jumlah angka kematian di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Per hari ini, total pasien yang meninggal mencapai 102 orang. Jumlah pasien yang positif tertular COVID-19 terus bertambah menjadi 1.155. 

"Mempertimbangkan situasi risiko wabah COVID-19 di Tanah Air dan untuk mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia dalam mengatasi penyebarannya Indonesia (kode penerbangan QZ) berinisiatif untuk menghentikan sementara seluruh layanan penerbangan mulai 1 April 2020," kata AirAsia lagi. 

Lalu, hingga kapan AirAsia Indonesia menghentikan penerbangannya?

1. AirAsia Indonesia menghentikan penerbangan rute domestik hingga 21 April, sedangkan rute internasional ditiadakan hingga 17 Mei

Cegah COVID-19, AirAsia Berhenti Terbang Sementara di IndonesiaIDN Times/ Helmi Shemi

Manajemen AirAsia Indonesia mengatakan masa berlaku penghentian sementara penerbangan diberlakukan untuk dua rute. AirAsia Indonesia berhenti terbang di rute domestik hingga (21/4). Sedangkan, penerbangan ke rute internasional ditiadakan hingga (17/5).

"AirAsia Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan langkah antisipasi yang diperlukan untuk memulai kembali layanan penerbangan nantinya saat situasi mulai membaik," ujarnya.

Baca Juga: Diduga Terlibat Suap, Tony Fernandes Mundur dari Direktur AirAsia

2. Penumpang bisa atur ulang jadwal penerbangan

Cegah COVID-19, AirAsia Berhenti Terbang Sementara di IndonesiaIDNTimes/Holy Kartika

Bagi calon penumpang yang terkena imbas dari kebijakan manajemen AirAsia itu, maka mereka akan diinformasikan melalui surat elektronik dan SMS. Untuk itu, maka pastikan nomor ponsel kalian tetap aktif dan sama seperti ketika melakukan pembelian tiket. 

Ada dua alternatif yang ditawarkan oleh manajemen kepada para penumpang usai penerbangan dihentikan. Pertama, tiket keberangkatan dijadwal ulang dan kedua, dana pembelian tiket akan dikembalikan ke saldo dan bisa digunakan untuk pembelian tiket hingga 365 hari mendatang. 

Untuk mengecek status penerbangan, penumpang disarankan mengecek ke situs ini. 

3. Bagi calon penumpang dengan kebutuhan berpergian mendesak, diharap mengatur jadwal sebelum 1 April 2020

Cegah COVID-19, AirAsia Berhenti Terbang Sementara di IndonesiaIDN Times/ Helmi Shemi

Namun, bila ada calon penumpang yang mempunyai kebutuhan mendesak untuk melakukan perjalanan dalam waktu dekat, AirAsia Indonesia menyarankan untuk mengubah jadwal keberangkatannya menjadi sebelum tanggal (1/4). 

Lalu, calon penumpang juga disarankan untuk memantau informasi imbauan terkini yang tersedia di support.airasia.com dan akun media sosial AirAsia dari waktu ke waktu.

"AirAsia Indonesia tetap berkomitmen menawarkan layanan penerbangan khusus dalam upaya repatriasi warga negara Indonesia dan warga negara asing maupun pengiriman barang bantuan ke lokasi-lokasi yang terdampak oleh situasi pembatasan perjalanan," katanya.

Di bagian akhir, pihak manajemen turut meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut. 

https://www.youtube.com/embed/Bg4nZkBuZzQ

Baca Juga: [BREAKING] Tembus Seratus, Kasus Kematian COVID-19 di Indonesia Kini Ada 102!

Topic:

  • Yogi Pasha

Berita Terkini Lainnya