Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-01-23 at 13.02.02.jpeg
Dok IDN Times

Intinya sih...

  • TIKI meraih Indonesia CEO Excellence Awards 2025

  • Transformasi digital TIKI sebagai respons terhadap tuntutan industri yang semakin kompetitif

  • Pengalaman pelanggan menjadi pusat dari setiap inovasi digitalisasi TIKI

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times — Industri kurir dan logistik sering kali identik dengan dunia yang keras, cepat, dan didominasi laki-laki. Namun di balik dinamika tersebut, kepemimpinan perempuan mulai menunjukkan peran penting dalam menggerakkan perubahan. Salah satunya adalah Yulina Hastuti, Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), yang baru saja meraih Indonesia CEO Excellence Awards 2025.

Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan personal, melainkan penanda transformasi yang lebih luas tentang bagaimana kepemimpinan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada pelanggan mampu menjaga relevansi perusahaan logistik di era digital.

1. Lebih dari Setengah Abad TIKI, dan Tantangan Era Digital

Dok IDN Times

Dengan pengalaman lebih dari 55 tahun, TIKI telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Jaringan perusahaan ini mencakup lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan 6.000 karyawan yang tersebar dari kota besar hingga ratusan kabupaten dan distrik.

Namun, panjangnya usia perusahaan justru menghadirkan tantangan baru: bagaimana tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen dan percepatan teknologi. Di sinilah peran Yulina Hastuti menjadi krusial. Di bawah kepemimpinannya, TIKI tidak bertahan dengan cara lama, tetapi memilih beradaptasi melalui transformasi digital menyeluruh.

Transformasi ini menyentuh seluruh lini—mulai dari pengelolaan jaringan, sistem distribusi, hingga pemantauan kinerja—sebagai respons terhadap tuntutan industri yang semakin kompetitif.

2. Transformasi Digital yang Berangkat dari Pengalaman Pelanggan

Dok IDN Times

Bagi Yulina, digitalisasi bukan semata soal teknologi. Ia menempatkan pengalaman pelanggan sebagai pusat dari setiap inovasi. Salah satu wujud nyatanya adalah pengembangan aplikasi TIKI yang semakin terintegrasi dan intuitif.

Lewat aplikasi ini, pelanggan dapat melakukan transaksi dengan mudah, melacak pengiriman secara real-time, memanfaatkan layanan penjemputan online (JEMPOL), hingga mengakses layanan pelanggan melalui berbagai kanal digital. Hasilnya bukan hanya efisiensi operasional, tetapi juga kedekatan emosional antara perusahaan dan konsumennya.

“Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi menghadirkan kemudahan dan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ujar Yulina. Baginya, kepemimpinan berarti mendengar, beradaptasi cepat, dan mendorong tim untuk terus berinovasi.

3. Kepemimpinan Perempuan yang Inklusif dan Membumi

Dok IDN Times

Dampak kepemimpinan Yulina tidak hanya dirasakan di level manajemen, tetapi juga hingga ke mitra keagenan dan operasional lapangan. Pendekatan yang kolaboratif dan inklusif menciptakan rasa memiliki di seluruh ekosistem TIKI.

Safrijal Siregar, mitra keagenan TIKI di Tebet, menilai Yulina sebagai pemimpin yang memahami realitas di lapangan dan mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan. Sementara itu, Wahyudi, Senior Manager Operasional TIKI, menyebut transformasi digital di bawah Yulina membawa perubahan nyata pada alur kerja yang lebih efisien dan terukur.

Penghargaan Indonesia CEO Excellence Awards 2025 pun menjadi simbol keberhasilan kepemimpinan perempuan di industri kurir dan logistik nasional. Lebih dari sekadar pencapaian korporasi, kisah Yulina Hastuti juga membawa pesan inspiratif bagi generasi muda.

“Menjadi pemimpin adalah proses panjang untuk terus belajar dan bekerja dengan tulus,” tutup Yulina. Sebuah pesan yang menegaskan bahwa industri logistik pun memiliki ruang luas bagi perempuan untuk tumbuh, memimpin, dan menciptakan perubahan.

Editorial Team